Kapal Frigate Spanyol Mundur dari Teluk, Tak Ikut AS Hadapi Iran?

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal Frigate Spanyol, Mendez Nunez.[seaforces.org]

    Kapal Frigate Spanyol, Mendez Nunez.[seaforces.org]

    TEMPO.CO, Jakarta - Spanyol mengumumkan menarik kapal perang frigate untuk sementara dari gugus tempur yang dipimpin AS di Teluk Persia yang dipersiapkan untuk menekan Iran.

    Langkah ini diduga sebagai indikasi ada perbedaan diplomatik antara Eropa dan AS terhada Iran.

    Baca juga: AS Berencana Kirim 120 Ribu Pasukan untuk Hadapi Iran

    Bagaimanapun Kementerian Pertahanan Spanyol tidak memberikan alasan penarikan kapal perang Mendez Nunez dengan 215 pelautnya dari kelompok tempur yang dipimpin oleh kapal induk AS USS Abraham Lincoln.

    Tetapi penjabat menteri pertahanan Margarita Robles akan menjelaskan motifnya pada hari Selasa di sebuah konferensi pers di Brussels, kata seorang juru bicara, seperti dikutip dari Reuters, 14 Mei 2019.

    Kapal induk USS Abraham Lincoln. [Stars and Stripes]

    Amerika Serikat mengirim kapal induk dan pesawat pengebom B-52 ke Timur Tengah dengan langkah yang menurut para pejabat AS bertujuan untuk menangkal ancaman dari Iran ke pasukan Amerika di wilayah tersebut.

    Baca juga: Gertak Iran, Pesawat Pengebom B-52 AS Terbang di Langit Teluk

    Sementara Iran bereaksi dengan mengklaim AS menggunakan "perang psikologis" dan menyebut kehadiran militer AS lebih tepat sebagai "target" daripada ancaman dan mengatakan tidak akan membiarkan ekspor minyaknya dihentikan.

    Presiden Donald Trump juga berusaha untuk memotong ekspor minyak Iran untuk menekan Teheran agar menghentikan program nuklirnya dan dukungannya untuk proksi di Suriah, Irak, Lebanon dan Yaman.

    Baca juga: Jadi Andalan AS Hadapi Iran, ini Kemampuan Pesawat Pengebom B-52

    Meskipun Uni Eropa berbagi beberapa kekhawatiran yang dirasakan AS, termasuk tentang keterlibatan Iran di Suriah, Uni Eropa masih mendukung perjanjian nuklir 2015 dengan Iran yang ditinggalkan Trump tahun lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.