Cina Naikkan Tarif Impor dari Amerika, Retaliasi Perang Dagang

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketegangan perdagangan dengan Cina dan Amerika Serikat akan membawa ketidakpastian bagi ekonomi dunia, kata David Lipton, wakil direktur utama Dana Moneter Internasional, Bali, Kamis, 11 Oktober 2018.

    Ketegangan perdagangan dengan Cina dan Amerika Serikat akan membawa ketidakpastian bagi ekonomi dunia, kata David Lipton, wakil direktur utama Dana Moneter Internasional, Bali, Kamis, 11 Oktober 2018.

    TEMPO.COBeijing – Pemerintah Cina mengatakan akan mengenakan kenaikan tarif untuk impor barang senilai US$60 atau sekitar Rp870 triliun dari Amerika Serikat.

    Baca:

    Perang Dagang Amerika Vs Cina Bakal Berlanjut, Dolar Menguat

    Cina bakal mengenakan kenaikan tarif dari kisaran 5 – 25 persen untuk 5.140 jenis barang impor dari AS.

    “Tarif ini baru akan berlaku pada 1 Juni 2019,” begitu pernyataan dari kementerian Keuangan Cina seperti dilansir Channel News Asia pada Senin, 13 Mei 2019.

    Kenaikan tarif sebesar 25 persen akan dikenakan pada 2493 jenis barang termasuk gas alam cair. Sedangkan kenaikan tarif 20 persen akan dikenakan pada 1.078 jenis barang.

    Baca:

    Perang Dagang Amerika Vs Cina Berlanjut, Harga Mulai Naik

    Sebelum kenaikan ini, Cina mengenakan tarif 5 – 10 persen untuk 5.207 jenis barang dari AS dengan nilai total US$60 miliar pada September 2018. Beijing mengatakan akan mengenakan kenaikan tarif tambahan sebagai retaliasi jika AS menaikkan tarif impor.

    “Penyesuaian tarif Cina ini sebagai respon atas kenaikan tarif AS yang sepihak dan proteksionisme,” begitu pernyataan dari kementerian Keuangan Cina.

    Kementerian berharap AS bakal kembali ke jalur konsultasi bilateral perdagangan dan ekonomi dan bertemu Cina di tengah.

    Baca:

    Perang Dagang Cina - Amerika Bisa Berdampak ke Seluruh Bisnis

    Sebelum ini, AS telah menaikkan tarif impor 25 persen untuk barang dari Cina sebanyak 5700 jenis barang. Ini terjadi saat proses negosiasi AS dan Cina soal penghentian perang dagang sedang berlangsung.

    Presiden AS, Donald Trump, mengatakan Cina membatalkan sejumlah kesepakatan yang dicapai di awal perundingan dagang sehingga dia memerintahkan kenaikan tarif ini.

    Pemerintah Cina membantah tudingan ini dan mengatakan negaranya tidak akan mundur membela kepentingan nasional.

    “Seperti kami katakan menambah tarif tidak akan menyelesaikan masalah apapun. Cina tidak akan menyerah terhadap tekanan eksternal,” kata Geng Shuang, juru bicara kementerian Luar Negeri Cina.

    Trump juga memerintahkan, seperti dilansir Reuters, kepada perwakilan dagang AS yaitu Robert Lighthizer untuk mulai mengenakan kenaikan tarif untuk sisa impor dari Cina yaitu sekitar US$300 miliar atau sekitar Rp4.300 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.