Ada Aplikasi Streaming untuk Acara Ramadan di Mesir

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Watch iT menawarkan 15 dari 26 serial TV Ramadan yang diproduksi di Mesir dengan biaya bulanan. [France24]

    Watch iT menawarkan 15 dari 26 serial TV Ramadan yang diproduksi di Mesir dengan biaya bulanan. [France24]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan teknologi Mesir The Egyptian Media meluncurkan aplikasi streaming TV untuk pelanggan yang ingin menonton acara Ramadan.

    Aplikasi baru bernama Watch iT, yang memungkinkan pengguna menonton acara Ramadan dengan biaya berlangganan bulanan atau tahunan, akan menyiarkan 15 pertunjukan awal.

    Menurut laporan Arab News, 11 Mei 2019, setiap tahun ribuan orang Mesir menghabiskan waktu puasa menonton drama TV, sementara yang lain melakukannya di malam hari setelah berbuka puasa.

    Bagi banyak orang, situs web video gratis YouTube adalah pilihan utama mereka.

    Baca: Rooh Afza Minuman Khas Ramadan di India Hilang dari Pasaran

    Perusahaan telah melarang 15 pertunjukan yang disiarkan di Watch iT tayang di YouTube, sehingga memungkinkan pengguna beralih ke aplikasi ini.

    Namun aplikasi yang dapat diunduh melalui Google Play Store dan iOS, mengundang banyak kritik dari Mesir di media sosial.

    "Saya pikir idenya pasti gagal. Ini hanya upaya untuk membuat Netflix sendiri
    dan memonopoli pasar tanpa mempelajarinya atau memahami sifat audiens mereka," kata Rafiq Mahfouz, seorang penulis berusia 25 tahun.

    Kendala lain adalah harga langganan Watch iT tidak terjangkau oleh banyak orang Mesir. Mengunduh aplikasi ini gratis, tetapi menonton tayangannya dikenakan 99 pound Mesir atau sekitar Rp 83 ribu per bulan, dengan berlangganan sebagian seharga 555 pound Mesir (Rp 464 ribu) per tahun, dan langganan penuh 999 pound Mesir (Rp 836 ribu).

    Baca: Unik, Negara-negara Arab Pakai Meriam untuk Menandakan Buka Puasa

    Meskipun peluncuran besar-besaran dan kampanye promosi, pengguna mengeluh tentang masalah teknis dan tidak dapat membuat akun.

    "Mayoritas orang Mesir tidak terbiasa dengan konsep menonton tayangan berbayar. Drama TV ini terutama menargetkan kelas menengah, yang tidak mampu membayar harga ini," kata Mahfouz.

    Platform streaming lain di Mesir, seperti Shoof Drama dan Shoof Max, menawarkan layanan mereka untuk pertunjukan Ramadan tahun ini secara gratis di situs web mereka.

    Ramadan di Mesir adalah musim yang luar biasa untuk TV, dengan program dan acara baru dirilis setiap tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.