Rooh Afza Minuman Khas Ramadan di India Hilang dari Pasaran

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rooh Afza, minuman khas ramadan di India. Sumber: amazon.in

    Rooh Afza, minuman khas ramadan di India. Sumber: amazon.in

    TEMPO.CO, Jakarta - Shaista Begum, 45 tahun, warga negara India, sedang menjalankan puasa Ramadan seperti umat Islam lainnya di dunia. Saat puasa seperti ini, dia mengaku rindu pada minuman tradisional khas bulan puasa bernama Rooh Afza.

    Rooh Afza adalah minuman khas Ramadan di India dengan rasa bunga mawar. Minuman ini paling diburu oleh umat Muslim India yang juga mengandung herbal untuk mengatasi serangan gelombang panas dan kekurangan cairan dalam tubuh.

    Begum yang rela berjalan langsung ke Hamdard, tempat dimana perusahaan memproduksi Rooh Afza. Dia gembira bukan kepalang saat bisa mendapatkan satu botol Rooh Afza.

    Baca : Ramadan Cake Fair, Nostalgia Kue Selama Ramadan di Banjarmasin

    "Saya mendatangi setidaknya 10 toko yang biasa menjual Rooh Afza. Namun saya tak menemukannya hingga saya berjalan pada siang bolong dan mendapatkannya dari toko Hamdard," kata Begum, ibu tiga anak kepada Al Jazeera.

    Sejak pekan pertama Ramadan, jutaan umat Islam di India kekurangan pasokan Rooh Afza, minum khas yang dikonsumsi saat buka puasa, khususnya ketika Ramadan terjadi di musim panas.

    "Rooh Afza itu minuman wajib untuk buka puasa. Ini sudah menjadi tradisi selama beberapa dekade, dimana Rooh Afza biasanya dicampur dengan air putih atau susu. Semua orang menyukainya," kata Begum.

    Rooh Afza, minuman khas ramadan di India. Sumber: The Economic Times

    Baca:Selama Ramadan, Ada Promo Sambangi Museum History of Java

    Satu botol Rooh Afza dibandrol US$ 3 atau sekitar Rp 43 ribu. Pada hari keempat ramadan, Rooh Afza mulai sulit dicari.

    Sejumlah distributor dan penjual grosir membenarkan ada kelangkaan pasokan minuman Rooh Afza di seluruh pasar India. Aijaz Ahmad, salah seorang pedagang grosir di Old Delhi mengatakan kelangkaan pasokan ini sangat disayangkan karena terjadi pada saat Ramadan, dimana minuman itu selalu menjadi favorit.

    Mohammad Siddiqui, pedagang grosir di kota Okhla, mengatakan dia setidaknya harus memulangkan dengan tangan kosong 20 pembeli per hari dalam sepekan terakhir. Penolakan ini berarti berkurangnya keuntungan bisnis.

    Sedangkan Ammar Yasir, distributor kota Asansol negara bagian Bengal mengatakan dia harus memulangkan 250 pembeli dalam beberapa hari terakhir ini. Mereka yang komplain menuding adanya pasar gelap untuk penjualan minuman segar khas bulan Ramadan di India ini.

    Kabar yang beredar menyebut, turunnya produksi minuman menyegarkan di bulan Ramadan ini lantaran terjadinya perpecahan di keluarga Hamdard yang mengendalikan bisnis senilai Rp 1,4 triliun. Namun dalam keterangannya, Hamdard mengatakan pihaknya kekurangan bahan herbal yang dibutuhkan untuk membuat minuman tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.