Ingin Mirip Wayne Rooney, Laki-laki ini Meninggal Saat Operasi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rafael Bolado Marino, 39 tahun, melakukan transplantasi rambut karena sangat ingin mirip pesepak bola Wayne Rooney. Sumber: mirror.co.uk

    Rafael Bolado Marino, 39 tahun, melakukan transplantasi rambut karena sangat ingin mirip pesepak bola Wayne Rooney. Sumber: mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Rafael Bolado Marino, 39 tahun, sangat ingin mirip pemain sepak bola Wayne Rooney. Namun tragisnya, dia malah meninggal di atas meja operasi saat hendak melakukan transplantasi rambut agar terlihat seperti bintang olah raga tersebut.

    Dikutip dari mirror.co.uk, Sabtu, 11 Mei 2019, Marino melakukan operasi transplantasi rambut itu di klinik Dermitek, kota Bilbao, Spanyol. Dia meninggal karena terkena serangan jantung persis pada detik-detik operasi transplantasi rambut akan dilakukan atau tak lama setelah dia mendapat suntik anastesi lokal.

    Nama dokter yang hendak mengoperasi Marino tidak dipublikasi. Laporan yang beredar mewartakan sebelum transplantasi dilakukan, dia mengalami sebuah serangan jantung dan tak lama kemudian meninggal. Belum diketahui apakah sebuah investigasi akan dilakukan.

    Baca:Rumah Sakit di Thailand Sediakan Operasi Perut Six Pack

    Rafael Bolado Marino, 39 tahun, sangat ingin mirip pesepak bola Wayne Rooney. Sumber: mirror.co.uk

    Baca: Mau Operasi Kelopak Mata, Wanita Ini Malah Alami Kerusakan Otak

    Klinik Dermitek selama lebih dari lima tahun membuka praktik operasi transplantasi rambut. Pihak klinik mengatakan kepada wartawan, masih belum diketahui apakah serangan jantung yang dialami Marino akibat suntik anastesi atau bukan. Pihak klinik pun meyakinkan anastesi lokal sudah biasa mereka lakukan.

    Sejumlah dokter di klinik Dermitek yang terlibat dalam operasi transplantasi rambut Marino, terpukul atas peristiwa ini. Sebab kejadian seperti ini tak pernah terjadi sebelumnya.

    Maria del Carmen Adan dari Asosiasi Perlindungan Pasien mengirimi sepucuk surat ke klinik tersebut untuk meminta kronologi kejadian guna mencari tahu kemungkinan terjadinya sebuah tindak kriminal.

    Dia curiga, kematian Marino kemungkinan karena keteledoran jumlah anastesi atau kurangnya kontrol dalam proses pra-operasi. Adan mengatakan tindakan klinik Dermitek berbahaya yang mungkin saja telah membuat iklan palsu, terlebih tidak memberikan keterangan terkait efek samping atau konsekuensi buruk yang mungkin terjadi saat Mirano ingin melakukan operasi agar mirip Wayne Rooney.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.