Perang Dagang, Donald Trump Naikkan Tarif Impor Barang dari Cina

Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan didampingi Wakil Presiden Mike Pence di Capitol Hill di Washington, AS, 9 Januari 2019. [REUTERS / Jim Young]

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump meyakinkan hubungan dagang negaranya dengan Cina akan tetap berlanjut meskipun pihaknya menaikkan tarif impor untuk barang-barang dari Negeri Tirai Bambu itu. Rencana itu diambil guna menghindari risiko terburuk jika negosiasi penyelesaian perang dagang antar kedua negara terus mandek.

Pernyataan itu disampaikan Trump tak lama setelah perundingan antara delegasi Kementerian Perdagangan Amerika Serikat Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin dengan Wakil Perdana Menteri Cina Lie He, berakhir.

"Dalam dua hari terakhir, Amerika Serikat dan Cina telah menggelar perundingan yang konstruktif mengenai status hubungan dagang kedua negara. Saat ini, Amerika Serika Serikat sudah menaikkan tarif impor pada Cina, dimana kenaikan tarif ini akan dicabut atau tidak tergantung pada apa yang dihormati dalam negosiasi selanjutnya !," tulis Trump dalam kicauannya, seperti dikutip dari aljazeera.com, Sabtu, 11 Mei 2019.

Baca: Perang Dagang AS-Cina, Harga Iphone hingga Nike Terancam Naik

Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato yang disiarkan televisi dari mejanya di Oval Office mengenai imigrasi dan perbatasan AS pada hari ke 18 penutupan pemerintahan di Gedung Putih, Washington, AS, 8 Januari 2019. [REUTERS / Carlos Barria[

Baca: Perang Dagang, Cina Siap Balas Kenaikan Tarif 25 Persen Trump

Pada Jumat pagi, 10 Mei 2019, Amerika Serikat menaikkan tarif impor untuk barang-barang dari Cina menjadi 25 persen dari 10 persen. Keputusan ini membuat pasar uang waswas mengingat perang dagang kedua negara sudah berlangsung selama 10 bulan. Cina diperkirakan akan membalas tindakan Amerika Serikat itu.

Trump berkeras menaikkan tarif impor dan meyakinkan pihaknya tidak terburu-buru dalam memfinalisasi sebuah kesepakatan. Perekonomian Amerika Serikat akan mendapat lebih banyak keuntungan dari retribusi ketimbang kesepakatan apapun.

Dengan naiknya impor barang dari Cina ini, maka konsumen di Amerika Serikat harus membayar harga lebih mahal dua pertiga dibanding harga produk Amerika Serikat.
Ekonom dan konsultan industri mengatakan kenaikan tarif impor ini akan dirasakan oleh masyarakat Amerika Serikat dalam tiga sampai empat bulan ke depan. Para peritel pun tak punya pilihan lain selain menaikkan harga demi menutup kenaikan biaya impor.






Sebut Kondisi Global Sangat Gelap, Bahlil Uraikan Banyaknya Fakta Ketidakpastian

1 jam lalu

Sebut Kondisi Global Sangat Gelap, Bahlil Uraikan Banyaknya Fakta Ketidakpastian

Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Bahlil Lahadalia mengungkapkan kondisi global saat ini sangat gelap.


Dampak Garis Kemiskinan Bank Dunia Direvisi, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia dan Cina Melesat

4 hari lalu

Dampak Garis Kemiskinan Bank Dunia Direvisi, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia dan Cina Melesat

Bank Dunia (World Bank) mengubah standar garis kemiskinan baru yang mengacu pada aturan purchasing power parities (PPP) 2017.


Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

5 hari lalu

Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

Mike Pompeo memberikan masukan ke Amerika soal bagaimana menghadapi Cina.


Investor Cina Disebut Tertarik Bangung Industri Hilirisasi Timah di Bangka Belitung

6 hari lalu

Investor Cina Disebut Tertarik Bangung Industri Hilirisasi Timah di Bangka Belitung

Ridwan menuturkan Indonesia adalah penghasil timah terbesar kedua di dunia. Dua investor asal Cina meliriknya.


Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

7 hari lalu

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang mengutuk tindakan Cina di Selat Taiwan dan menegaskan kembali pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.


Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

8 hari lalu

Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

Beton yang semakin kuat memaksa bom-bom bunker buster semakin dahsyat. Saat ini beton yang menang?


Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

9 hari lalu

Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

Presiden Cina Xi Jinping trending di Twitter kalau dia dikenai tahanan rumah dan dikudeta militer. Sejauh ini, kabar tersebut belum terkonfirmasi.


BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

12 hari lalu

BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

BI memprediksi ekonomi global tahun depan turun jadi 2,7 persen, bahkan 2,6 persen.


OnePlus 11 Pro Dikabarkan Calon Pengguna Snapdragon 8 Gen 2, RAM 16 GB

12 hari lalu

OnePlus 11 Pro Dikabarkan Calon Pengguna Snapdragon 8 Gen 2, RAM 16 GB

Berikut bocoran spesifikasi ponsel flagship dari Cina, OnePlus 11 Pro, ini selengkapnya.


Akan Rilis 26 September, vivo X Fold+ Usung Spiritual dan Simbol Peradaban Cina

12 hari lalu

Akan Rilis 26 September, vivo X Fold+ Usung Spiritual dan Simbol Peradaban Cina

Tanda plus di vivo X Fold+ diartikan sebagai lebih kuat lagi.