Perang Dagang AS-Cina, Harga Iphone hingga Nike Terancam Naik

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengunjung mencoba iPhone 6s dan 6s Plus saat berada di Apple store, Beijing, Cina, 24 September 2015. Untuk harga iPhone 6s dibandrol dengan harga sekitar 12 juta - 15 juta rupiah, sedangkan 6s Plus 13 juta - 17 juta rupiah. REUTERS/Damir Sagolj

    Seorang pengunjung mencoba iPhone 6s dan 6s Plus saat berada di Apple store, Beijing, Cina, 24 September 2015. Untuk harga iPhone 6s dibandrol dengan harga sekitar 12 juta - 15 juta rupiah, sedangkan 6s Plus 13 juta - 17 juta rupiah. REUTERS/Damir Sagolj

    TEMPO.CO, Jakarta - iPhone, mainan, hingga sepatu Nike, adalah beberapa barang yang harganya akan naik jika Presiden Donald Trump menindaklanjuti ancaman tarif impor dari Cina dalam drama perang dagang terbaru.

    Trump berencana untuk menambah tarif impor sebesar US$ 325 miliar atau sekitar Rp 4.661 triliun.

    Pemerintahan Trump berencana menaikkan tarif mulai Jumat pada komponen industri dan barang-barang lainnya, dari 10 persen menjadi 25 persen, sebuah peringatan untuk Beijing di tengah negosiasi yang sedang berlangsung.

    Sebagian besar barang elektronik, mainan, dan sepatu sejauh ini telah dilindungi, suatu langkah strategis yang membuat perang dagang hampir tidak terlihat oleh pembeli Amerika.

    Baca: Perang Dagang, Cina Siap Balas Kenaikan Tarif 25 Persen Trump

    Tetapi Trump kehabisan barang untuk dikenakan pajak, dan kenaikan tarif yang dia lontarkan selama akhir pekan dapat menghasilkan pajak 25 persen untuk hampir semua barang yang diimpor AS dari Cina, menurut laporan CNN, dikutip 10 Mei 2019.

    Ini akan berdampak 100 persen pada mainan dan peralatan olahraga yang diimpor dari Cina ke Amerika Serikat, serta 93 persen alas kaki dan 91 persen tekstil dan pakaian, menurut analisis oleh Institut Peterson untuk Ekonomi Internasional.

    "Barang-barang ini sengaja disisihkan sebelumnya karena akan menyakitkan bagi kami," kata Phil Levy, seorang peneliti senior di Dewan Chicago Urusan Global yang menjabat sebagai ekonom senior untuk perdagangan di bawah Presiden George W. Bush.

    Presiden Cina Xi Jinping saat acara makan siang bersama dengan Presiden Donald Trump setelah pertemuan KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, 1 Desember 2018. REUTERS/Kevin Lamarque

    Ancaman baru telah membuat perusahaan mainan besar dan kecil khawatir bahwa mereka harus menaikkan harga, dan menyeret penjualan musim liburan ini.

    Sekitar tiga perempat mainan yang dijual di Amerika Serikat dibuat di Cina, termasuk boneka L.O.L yang laris, kata Presiden Asosiasi Mainan Stephen Pasierb.

    "Kami berada dalam margin rendah, bisnis yang sensitif terhadap harga. Jika harganya naik 25 persen pada mainan seharga US$ 10 (Rp 143 ribu), orang-orang tidak akan membelinya," katanya.

    Daftar panjang barang elektronik konsumen juga bisa kena imbas tarif baru, termasuk smarthphone, komputer, televisi, pelacak kebugaran, headset nirkabel Bluetooth dan bahkan drone, menurut Sage Chandler, wakil presiden perdagangan internasional di Consumer Technology Association.

    Baca: Trump Sebut Bakal Naikkan Tarif Impor dari Cina Jadi 25 Persen

    Apple, yang merakit iPhone-nya di Cina, menolak berkomentar untuk laporan ini ini. Tetapi perusahaan dilanda aksi jual pasar awal tahun ini ketika memperingatkan investor bahwa perang dagang telah mengurangi permintaan iPhone di Cina.

    Donald Trump berulang kali mengklaim bahwa Cina membayar tarif. Sementara beberapa perusahaan Cina mungkin memilih untuk menerima sebagian biaya agar tetap kompetitif di pasar AS, lalu beberapa makalah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa konsumen dan produsen Amerika menanggung sebagian besar beban akibat perang dagang Cina-AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.