Kisah Anjing Setia, Tunggui Pemiliknya yang Meninggal Tenggelam

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor anjing di Thailand berdiri di bibir sebuah waduk menunggu dengan setia tuannya yang telah meninggal. Sumber: ViralPress/mirror.co.uk

    Seekor anjing di Thailand berdiri di bibir sebuah waduk menunggu dengan setia tuannya yang telah meninggal. Sumber: ViralPress/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Seekor anjing di Thailand duduk di bibir sebuah waduk menunggu dengan setia tuannya yang telah meninggal. Si pemilik anjing diduga terpeleset dan tenggelam pada Senin 6 Mei 2019 di waduk yang berlokasi di Krabi, Thailand.

    Pemilik anjing diketahui bernama Charles Haarlemmermeer, 84 tahun. Dia terbiasa mengajak anjingnya berjalan-jalan sekitar area rumah.

    Istri Haarlemmermeer, Pikul Srisomchit menceritakan, mulai khawatir ketika sampai malam suaminya belum juga kembali. Dia lalu memutuskan menelepon polisi setempat.

    "Suami saya meninggalkan rumah bersama anjing kami dan tidak kembali. Saya khawatir dan memanggil bantuan untuk menyelamatkannya. Saya bersama orang-orang mencarinya sepanjang malam," kata Srisomchit.

    Baca:Bagaimana Menakar Porsi Makan Anjing? Intip Saran Dokter Hewan

    Seekor anjing di Thailand berdiri di bibir sebuah waduk menunggu dengan setia tuannya yang telah meninggal. Sumber: ViralPress/mirror.co.uk

    Baca: Kisah Mengharukan Anjing Tuli Bertemu Pemiliknya yang Tuli

    Aparat keamanan melakukan pencarian semalaman namun tidak membuahkan hasil. Keesokan pagi, penduduk desa melihat mayat seorang laki-laki tua mengambang di waduk dan Merlin si anjing peliharaannya terlihat duduk sambil memandang ke arah waduk.

    Prapanut Chaikeaw, pejabat polisi setempat mengatakan pihaknya sedang menyelidiki sebab tewasnya lansia warga negara Belanda itu. Petugas menduga Haarlemmermeer mungkin pingsan karena suhu panas yang ketika itu mencapai hampir 40C dan tersandung ke dalam waduk.

    Dia diduga tak mampu keluar karena pada tepian waduk terdapat terpal yang mungkin licin baginya dan tak memungkinkan untuk merangkak naik.

    Polisi mengatakan, jenazah Haarlemmermeer telah dibawa ke rumah sakit Krabi, Thailand di mana petugas medis akan melakukan pemeriksaan forensik untuk menemukan penyebab kematian lebih detail.

    "Anjing itu menunggu dengan sedih di tepi air hingga keesokan paginya. Lebih dari 20 penduduk desa melihat mayat itu mengambang di atas air," kata Prapanut.

    MIRROR | EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hypermarket Giant dan Tiga Retail yang Tutup 2017 - 2019

    Hypermarket Giant akan menutup enam gerainya pada Juli 2019. Selain Giant, berikut gerai ritel yang yang bernasib sama dalam dua tahun terakhir.