Hacker Curi Bitcoin Rp 586 Miliar dari Perusahaan Cryptocurrency

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bitcoin. Reuters

    Ilustrasi Bitcoin. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Hacker mencuri bitcoin senilai US$ 41 juta atau lebih Rp 586 miliar dari salah satu perusahaan pertukaran cryptocurrency terbesar di dunia, Binance.

    "Tujuh ribu bitcoin itu dicuri oleh peretas menggunakan berbagai macam cara, yakni menggunakan phising, virus, dan serangan lainnya," kata CEO Binance, Zhao Changpeng, dikutip dari Reuters, Rabu 8 Mei 2019.

    Baca: Bos Uang Digital Meninggal, Bitcoin Rp 2 Triliun Terancam Hangus

    Zhao mengatakan dana pengguna tidak akan terpengaruh karena perusahaan akan menggunakan modal pengamanan aset pengguna untuk menutupi kerugian.

    Logo Binance terlihat pada stand pameran mereka di Delta Summit, acara Blockchain dan Digital Innovation resmi Malta yang mempromosikan cryptocurrency, di St Julian's, Malta 4 Oktober 2018. [REUTERS / Darrin Zammit Lupi]

    Harga bitcoin sempat anjlok ke 4,2 persen saat pembukaan perdagangan Asia karena berita peretasan namun kemudian berangsur pulih sebagian.

    Zhao mengungkapkan melalui akun Twitter, bursa kripto lain termasuk Coinbase, telah memblokir deposito dari alamat yang terhubung dengan peretas.

    Baca: Mufti Agung Mesir Resmi Haramkan Bitcoin

    Bursa di Jepang dan Korea Selatan menyumbang 58 persen dari kasus pencurian tahun lalu.

    Dilansir dari laman Binance, Zhao mengatakan semua setoran dan penarikan dari bursa bitcoin akan tetap ditangguhkan sementara karena perusahaan cryptocurrency itu sedang melakukan peninjauan keamanan secara menyeluruh, diperkirakan akan memakan waktu seminggu.

    REUTERS | EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.