Amerika Serikat Ingin Kirim Kapal Rumah Sakit ke Venezuela

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin oposisi Venezuela  Juan Guaido menyerukan kepada militer negara itu agar melakukan kudeta terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Sumber: AP Photo/Fernando Llano/foxnews.com

    Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido menyerukan kepada militer negara itu agar melakukan kudeta terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Sumber: AP Photo/Fernando Llano/foxnews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat berencana mengerahkan sebuah kapal rumah sakit milik militer negara itu ke Venezuela. Keputusan tersebut diambil menyusul ketegangan di Venezuela yang semakin memburuk. 

    Sumber di Washington yang tak mau dipublikasi identitasnya mengatakan pengerahan kapal rumah sakit itu menandakan keterlibatan Amerika Serikat di krisis ekonomi dan politik Venezuela.  Namun sumber tersebut tidak mau menjeleskan dimana kapal rumah sakit tersebut akan ditempatkan.

    Baca: 3 Kondisi Memprihatinkan di Venezuela 

    Sebelumnya pada tahun lalu, kapal rumah sakit bernama USNS Comfort merawat para pengungsi Venezuela. Namun bukan hanya masyarakat Venezuela, kapal itu juga menolong masyarakat lainnya saat berlabuh di Kolombia, Peru, Ekuador dan Honduras. 

    Komando wilayah selatan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat belum mau berkomentar atas hal ini. Pengerahan kapal rumah sakit tersebut kemungkinan akan membuat kecewa beberapa politisi Partai Republik yang menyerukan agar Amerika Serikat memberikan dukungan militer saja kepada pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido.

    Baca: 500 Tentara Venezuela Kabur ke Kolombia 

    Senat Partai Republik Lindsey Graham menyerukan agar Amerika Serikat mengerahkan sebuah jet tempur ke Venezuela. Namun kritik yang muncul menyebut hal itu sama dengan mengancam untuk menggulingkan Maduro.      

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mempertimbangkan menggunakan jalur diplomasi politik dan ekonomi untuk mengintervensi krisis di Venezuela. Akan tetapi, sejauh ini Trump belum memberikan sinyalemen penggunaan kekuatan militer. Sedangkan Menteri Pertahanan sementara Amerika Serikat Patrick Shanahan pada akhir pekan lalu menegaskan Pentagon telah menyusun rencana sebuah opsi militer.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.