AS Kirim Kapal Induk ke Iran Berawal dari Intelijen Mossad

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal induk USS Abraham Lincoln di Samudra Atlantik selama latihan di bulan Januari 2019.[MICHAEL SINGLEY / US NAVY]

    Kapal induk USS Abraham Lincoln di Samudra Atlantik selama latihan di bulan Januari 2019.[MICHAEL SINGLEY / US NAVY]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengerahan armada gugus tempur kapal induk dan gugus tugas pembom AS ke Iran ternyata berawal dari informasi dari agen mata-mata Israel Mossad.

    Pada pertemuan 15 April di Washington, ketua Dewan Keamanan Nasional Israel Meir Ben-Shabbat, menyampaikan peringatan kepada Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton, kata pejabat senior Israel mengatakan kepada Axios, dikutip dari Russia Today, 7 Mei 2019.

    Baca: AS Kirim Kapal Induk, Iran Mau Hidupkan Lagi Program Nuklirnya

    Informasi tentang ancaman Iran terhadap pasukan AS yang diterima Bolton masih samar. Namun disebut serangan itu bisa mengenai sasaran AS di Teluk Persia, Arab Saudi, atau UEA.

    "Masih belum jelas bagi kami apa yang coba dilakukan oleh orang Iran dan bagaimana mereka berencana untuk melakukannya," kata salah satu pejabat senior.

    Pejabat tersebut memastikan bahwa akan ada suatu aksi di masa mendatang yang akan akan berdampak pada AS.

    Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam konferensi pers senjata nuklir Iran di Kementerian Pertahanan di Tel Aviv, Israel, 30 April 2018. REUTERS/Amir Cohen

    Laporan Axios dikuatkan oleh laporan terpisah dari jurnalis saluran 13 Israel Barak Ravid, yang mengklaim bahwa Israel telah menyerahkan informasi kepada AS tentang dugaan komplotan Iran untuk menargetkan AS di wilayah Teluk.

    Berdasarkan informasi Mossad yang samar itu, Washington bergegas mengerahkan kelompok tempur kapal induk USS Lincoln Abraham Lincoln dan gugus tugas pembom ke Timur Tengah.

    Baca: Intelijen AS Klaim Iran Mau Serang Pasukan AS di Timur Tengah

    Menteri Pertahanan sementara AS Patrick Shanahan tidak memaparkan lebih rinci dari mana ia menerima laporan intelijen itu, dan hanya menulis di Twitter bahwa pengerahan armada tempur guna menanggapi indikasi ancaman rezin Iran terhadap AS.

    Bagaimanapun, Mossad tidak memiliki catatan yang kredibel dan dapat dipercaya dalam hal intelijen di Iran.

    Pada tahun 2004, Mossad pernah menyerahkan dokumen palsu kepada kelompok oposisi Iran Mujahedin-e-Khalq (MEK) yang keliru mencari informasi nuklir yang ternyata program energi nuklir sipil Iran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.