AS Kembalikan Rp 2,8 Triliun Hasil Korupsi 1MDB ke Malaysia

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Koalisi untuk Pemilu Bersih dan Adil (BERSIH), memegang spanduk selama aksi 1MDB di Kuala Lumpur, Malaysia, 19 November 2016. Puluhan ribu warga Malaysia memakai T-shirt kuning untuk menuntut pengunduran diri PM Najib Razak. AP/Lim Huey Teng

    Aktivis Koalisi untuk Pemilu Bersih dan Adil (BERSIH), memegang spanduk selama aksi 1MDB di Kuala Lumpur, Malaysia, 19 November 2016. Puluhan ribu warga Malaysia memakai T-shirt kuning untuk menuntut pengunduran diri PM Najib Razak. AP/Lim Huey Teng

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat memulai pengembalian sekitar US$ 200 juta atau setara Rp 2,8 triliun ke Malaysia dari hasil penyitaan aset korupsi 1MDB.

    Prosesnya pemulangan dana sudah berjalan dan sekitar seperempat dari total uang yang dikembalikan sudah diterima pihak Negeri Jiran.

    Baca: AS Akan Pulangkan Uang Korupsi 1MDB RP 2,8 Triliun ke Malaysia

    Pihak berwenang Malaysia dan AS mengatakan sekitar US$ 4,5 miliar atau Rp 64 triliun diduga disedot dari 1MDB oleh perdana menteri Malaysia saat itu Nazib Razak.

    Sejak 2016, Departemen Kehakiman AS telah mengajukan tuntutan hukum secara perdata untuk menyita aset yang diduga dibeli menggunakan dana curian 1MDB sekitar US$ 1,7 miliar atau Rp 24 triliun, termasuk jet pribadi, rumah mewah berserta perkebunan, karya seni, dan perhiasan.

    Dikutip dari Reuters, 7 Mei 2019, Duta Besar AS untuk Malaysia, Kamala Shirin Lahkdhir mengatakan, Amerika akan mengembalikan dana sitaan US$ 196 juta atau sekitar Rp 2,8 triliun dalam angsuran pertama.

    "Kami sangat senang bahwa tahap pertama aset dari penyelidikan Departemen Kehakiman sedang ditransfer kembali ke Malaysia, menunjukkan komitmen AS untuk mengembalikan aset-aset ini untuk kepentingan rakyat Malaysia," katanya.

    Baca: Bekas Eksekutif Goldman Sachs Jalani Sidang Kasus 1MDB di AS

    Jaksa Agung Malaysia Tommy Thomas mengatakan, sejauh ini Negeri Jiran telah menerima uang pengembalian sebesar US$ 57 juta atau Rp 814 miliar setelah dicapai kesepatakan dengan rumah produksi film Hollywood Red Granite Pictures yang terkait dengan anak tiri Najib, Riza Aziz.

    Red Granite Pictures telah membayar ke Pemerintah AS senilai US$ 60 juta atau Rp 857 miliar pada September 2017 untuk menyelesaikan kasus hak atas film yang dinominasikan Oscar 2013 The Wolf of Wall Street yang menurut Departemen Kehakiman AS dibiayai dengan dana 1MDB.

    Baca: Jho Low Diduga Kucurkan Belasan Miliar Demi Bersihkan Nama

    "Dari pembayaran tersebut dipotong US$ 3 juta (Rp 42 miliar) karena untuk mengganti biaya yang dikeluarkan otoritas Amerika dalam menyelidiki, merebut, menuntut dan mengamankan penyelesaian dana Red Granite," kata Thomas.

    Jaksa Agung Malaysia itu menambahkan, US$ 139 juta atau Rp 1,9 triliun lagi sedang dalam proses pengiriman oleh Departemen Kehakiman AS, sambil menunggu penjualan properti di Manhattan, AS, milik buronan kasus 1MDB Low Taek Jho atau dikenal Jho Low.

    Low Taek Jho. Sumber: The Star/Asia News Network/asiaone.com

    Jho Low menghadapi tuntutan pidana di Malaysia dan Amerika Serikat atas dugaan peran sentralnya dalam kasus 1MDB. Dia berulang kali membantah melakukan kesalahan dan hingga kini keberadaannya belum diketahui.

    Terkait jumlah dana pengembalian dari pemerintah AS, Thomas menjelaskan, saat ini total uang yang sudah terkumpul menjadi US$ 322 juta atau setara Rp 4,5 triliun. Ini termasuk US$ 126 juta (Rp 1,8 triliun) dari penjualan kapal pesiar mewah yang diduga dibeli oleh Jho Low dengan dana 1MDB.

    Baca: Terkait 1MDB, Rumah Mewah Ibunda Jho Low Disita Polisi Malaysia

    "Pihak berwenang Singapura juga telah memerintahkan untuk pengembalian dana terkait 1MDB ke Malaysia sebesar S$ 50 juta (Rp 524 miliar)," ujar Thomas.

    Setidaknya enam negara, termasuk Amerika Serikat, Singapura dan Swiss, sedang menyelidiki dugaan korupsi dan pencucian uang di perusahaan negara Malaysia 1MDB.

    REUTERS | EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.