Pamela Anderson dan Pemred WikiLeaks akan Kunjungi Julian Assange

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Julian Assange, terlihat dalam sebuah mobil polisi setelah ditangkap oleh polisi Inggris di luar kedutaan besar Ekuador di London, Inggris,  Kamis, 11 April 2019. Dia mengklaim akan diekstradisi dari Swedia ke AS karena perannya dalam menerbitkan ratusan ribu dokumen rahasia AS. REUTERS/Henry Nicholls

    Julian Assange, terlihat dalam sebuah mobil polisi setelah ditangkap oleh polisi Inggris di luar kedutaan besar Ekuador di London, Inggris, Kamis, 11 April 2019. Dia mengklaim akan diekstradisi dari Swedia ke AS karena perannya dalam menerbitkan ratusan ribu dokumen rahasia AS. REUTERS/Henry Nicholls

    TEMPO.CO, Jakarta - WikiLeaks melaporkan Pemimpin Redaksi WikiLeaks, Kristinn Hrafnsson, serta aktris dan aktivis hak asasi Pamela Anderson akan mengunjungi Julian Assange pada Selasa waktu setempat.

    Ini adalah kunjungan pertama untuk Assange yang saat ini menjalani hukuman di penjara London, sejak ditangkap hampir sebulan yang lalu, menurut laporan Sputnik, 7 Mei 2019.

    Baca: Pengadilan Inggris Memvonis Penjara 50 Minggu Julian Assange

    "Pamela Anderson @pamfoundation dan Kristinn Hrafnsson @khrafnsson untuk menghadiri HMP (Penjara Yang Mulia/Istilah untuk Penjara di Inggris) Belmarsh Selasa. Kunjungan sosial pertama Julian Assange sejak penghentian suaka ilegal dan penahanan atas surat perintah ekstradisi AS," tulis WikiLeaks di Twitter Senin malam.

    Pamela Anderson telah mendukung petisi yang menyerukan pemerintah Inggris untuk tidak mengekstradisi Assange ke Amerika Serikat.

    Julian Assange. AP/Kirsty Wigglesworth

    Assange, yang ditangkap di London pada 11 April, dijatuhi hukuman 50 minggu penjara pekan lalu karena melanggar syarat jaminan pada 2012, ketika ia berlindung di Kedutaan Besar Ekuador di London untuk menghindari ekstradisi ke Swedia atas tuduhan pelecehan seksual.

    Baca: 6 Dokumen Rahasia Penting AS yang Dibocorkan WikiLeaks

    Meski kasus pelecehan seksualnya di Swedia dicabut, Assange tetap berada di kedutaan di bawah suaka politik selama hampir tujuh tahun hingga penangkapannya, karena ia takut diekstradisi ke Amerika Serikat karena membocorkan data rahasia AS.

    Setelah ditangkap, Washington meminta ekstradisi Assange ke AS. Julian Assange dituduh berkonspirasi untuk melakukan intrusi komputer.

    LIVE: Tamu Pertama yang Mengunjungi Assange di Penjara London

    WikiLeaks mengatakan Amerika Serikat ingin mengadili Julian Assange dengan pasal spionase, yang dapat menyebabkan hukuman mati atau penjara seumur hidup.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.