Ada yang Ingin Pemerintah Jatuh, Ini Kata PM Mahathir

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mendorong Malaysia agar menjadi masyarakat tanpa uang tunai. Gagasan ini bagian dari upaya untuk membuat tindak kejahatan korupsi semakin sulit. Sumber: Razak Ghazali/malaymail.com

    Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mendorong Malaysia agar menjadi masyarakat tanpa uang tunai. Gagasan ini bagian dari upaya untuk membuat tindak kejahatan korupsi semakin sulit. Sumber: Razak Ghazali/malaymail.com

    TEMPO.COKuala Lumpur – Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengatakan ada sejumlah orang termasuk pegawai negeri sipil yang menginginkan pemerintahan bentukan Koalisi Pakatan Harapan ini jatuh.

    Baca:

     

    Ini terjadi karena pemerintah berupaya memenuhi janji politiknya saat kampanye pada pemilu 2018 yaitu memerangi korupsi.

    “Ada orang-orang yang merasa pemerintahan ini tidak sebaik pemerintahan sebelumnya karena melarang suap,” kata Mahathir seperti dilansir Channel News Asia pada Ahad, 5 Mei 2019.

    Mahathir melanjutkan,”Ada yang merasa pemerintahan ini sebaiknya tidak berlanjut agar negara kembali ke era pemerintahan yang korup dan menguntungkan mereka.”

    Baca:

     

    Mahathir menambahkan jika pemerintah dan para pemimpin yang dipilih rakyat melakukan korupsi, maka banyak pihak akan dirugikan. Korupsi, kata dia, merugikan generasi muda.

    “Kami menyadari pemerintahan sebelum ini jatuh karena korupsi. Meskipun mereka merasa suap bakal membuat mereka mendapatkan dukungan rakyat. Tapi pada akhirnya, rakyat menjatuhkan mereka meskipun mereka menawarkan semua suap,” kata dia.

    Menurut Mahathir, kekayaan negara harus dibagi kepada semua orang di negara ini apapun ras, agama dan warna kulitnya.

    Baca:

     

    “Jika kita abai mendistribusikan kekayaan secara proporsional, akan terjadi ketidakpuasan diantara rakyat. Ini akan menimbulkan kekacauan. Itu sebabnya semua usaha harus memastikan distribusi pendapatan dan kesempatan kepada semua,” kata dia.

    Menteri Besar Perak, Ahmad Faizal, yang hadir dalam pertemuan Mahathir dengan publik, juga mengatakan ada sebagian kecil PNS yang terikat dengan sentimen dengan atasan dari pemerintahan sebelumnya.

    “Sebagai manusia, kita terikat dengan ikatan pertemanan yang terbangun antara PNS dan pemimpin pemerintahan sebelumnya,” kata dia.

    Baca:

     

    Menurut Faizal, pemerintahan Mahathir tidak bermaksud untuk memutus ikatan ini. Namun dia meminta PNS agar tidak bersikap tidak loyal kepada pemerintahan saat ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.