Muhammad Jadi Nama Bayi Laki-laki Terpopuler di Berlin, Jerman

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi. Pixabay.com

    Ilustrasi bayi. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Muhammad masuk dalam daftar 10 nama bayi laki-laki paling populer di Berlin, Jerman tahun 2018.

    Hal itu diungkapkan oleh Asosiasi untuk Bahasa Jerman, seperti dilansir dari Daily Mail, 3 Mei 2019. Nama Muhammad masuk dalam 10 besar nama anak bayi laki-laki terpopuler di 6 dari 16 negara bagian Jerman.

    Baca: Muhammad Masuk Daftar 10 Nama Bayi Terpopuler di Inggris

    Menurut Managing Director Asosiasi untuk Bahasa Jerman, Andrea Ewels0 mengatakan, peningkatan jumlah pemberian nama Muhammad pada bayi laki-laki sehubungan dengan gelombang imigrasi ke Jerman.

    Lebih dari satu juta imigran asal Timur Tengah dan Afrika Utara masuk ke Jerman sejak Kanselor Angela Merker membuka pintu bagi para imigran pada tahun 2015.

    Baca: 20 Nama Anak yang Dilarang di Berbagai Belahan Dunia

    Secara lebih detil, nama di urutan pertama terpopuler bagi bayi laki-laki di Jerman adalah Ben dan Emma untuk bayi perempuan.

    Kemudian menyusul nama Paul, Leon, Louis atau Luis sebagai urutan tertinggi bagi bayi laki-laki. Selanjutnya, nama Jonas, Elias, Henry atau Henri, Felix, dan Lukas atau Lucas.

    Sedangkan untuk bayi perempuan, nama Hanna atau Hannah menduduki urutan kedua paling populer yang kemudian diikuti nama Mia, Sophia atau Sofia, dan Emilia.

    Baca: Inilah 10 Nama Favorit untuk Bayi di AS  

    Nama pertama bayi seperti Lina, Mila, Ella, Klara atau Clara dan Anna masuk dalam 10 nama bayi terpopuler.

    Para orang tua di timur dan barat Jerman lebih menyukai memberi nama bayi mereka dari masa generasi kakek neneknya. Misalnya, Mathilda, Frieda, Ida, dan Greta untuk anak bayi perempuan. Karl, Oskar, Anton, Jakob, dan Theo untuk bayi laki-laki.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.