Kisah Sambut Ramadan di Berbagai Negara, Libya Dibayangi Perang

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana menyambut Ramadan di Libya. [AL MONITOR]

    Suasana menyambut Ramadan di Libya. [AL MONITOR]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 1,6 miliar umat Muslim di dunia menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Selama Ramadan, umat Muslim berpuasa dan melakukan Tarawih di malam hari setelah berbuka puasa.

    Sejumlah negara di ASEAN seperti Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura memutuskan awal Ramadan jatuh pada hari Senin, 6 Mei 2019. Umat Muslim d Turki juga memulai puasa pada esok hari.

    Baca: Umat Muslim di Singapura Sambut Ramadan Besok

    Umat Muslim di berbagai belahan dunia berbeda waktu dan lama puasa setiap hari. Masa berpuasa terlama terjadi di Murmansk, Rusia yakni 20 jam dan 45 menit.

    Sedangkan masa berpuasa tercepat terjadi di Ushuaia, Argentina, yakni hanya 11 jam.

    Di Ghana, Kepala Imam Sheikh Usman Nuhu Sharubutu mengatakan puasa dimulai pada hari Senin. Sementara di Nigeria, pemimpin umat Muslim Sultan Sokoto, Sheikh Sa'ad Abubakar mengatakan, bulan baru tampak pada hari Minggu, 5 Mei.

    Baca: Ramadan, 300 Imam Aljazair dan Maroko Pimpin Salat di Prancis

    Umat Muslim di Libya dibayang-bayangi perang saat menyambut Ramadan. Selain itu, harga barang yang membubung membuat mereka memilih makanan yang berharga murah namun tetap menyehatkan tubuh.

    "Banyak yang meminta ikan karena harganya dianggap termurah dibandingkan sayur-sayuran, hewan ternak, atau daging. Juga, karena ikan nilai nutrisinya lebih tinggi," kata Mahmoud al-Wansha, pedagang ikan, seperti dilansir dari Africa News, 3 Mei 2019.

    Muslim di Libya seperti umat Muslim di berbagai negara lainnya akan memulai puasa Ramadan esok hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.