Pentagon Tuding Cina Curi Teknologi Militer, Begini Modusnya

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rudal balistik anti kapal Df-21D memiliki jangkauan yang jauh, 2.000 km. Jangkauan ini membuat gugus tempur dan pesawat tempur yang menjadi sayap kapal induk tidak berkutik. Sayap tempur kapal induk Amerika, F/A-18 dan F-35 Joint Strike Fighter hanya dapat terbang sejauh 900-1.000 km. tnews.co.th

    Rudal balistik anti kapal Df-21D memiliki jangkauan yang jauh, 2.000 km. Jangkauan ini membuat gugus tempur dan pesawat tempur yang menjadi sayap kapal induk tidak berkutik. Sayap tempur kapal induk Amerika, F/A-18 dan F-35 Joint Strike Fighter hanya dapat terbang sejauh 900-1.000 km. tnews.co.th

    TEMPO.CO, Jakarta - Pentagon mengeluarkan laporan terbaru berisikan tudingan kepada Cina yang melanjutkan modernisasi angkatan bersenjatanya untuk bertransformasi menjadi kekuatan global utama dengan memanfaatkan intelijennya untuk mencuri teknologi mutakhir di bidang militer.

    "Cina menggunakan metode bervariasi untuk memperoleh teknologi militer asing dan penggunaan ganda, termasuk menyasar investasi asing secara langsung, pencurian siber, dan mengeksploitasi akses privasi bagi warga Cina untuk teknologi ini, sama halnya dengan memanfaatkan intelijennya, intrusi komputer, dan pendekatan lainnya," ujar laporan yang dimandatkan kepada Kementerian Pertahanan, seperti dikutip dari CNN News, 3 Mei 2019.

    Baca: Militer Cina Bakal Pamerkan Kapal Induk Terbaru 001A

    Menurut laporan itu, Cina memperoleh teknologi asing itu lewat impor, investasi asing secara langsung, mmembuat pusat penelitian dan pembangunan asing, joint ventures, kemitraan di bidang penelitian dan akademi, rekrutmen orang yang memiliki talenta, dan siberspionase dan industri.

    Selain itu, Cina mengeksploitasi warganya dan orang asing keturunan Cina yang tinggal di luar negeri untuk mempercepat tujuan Partai Komunis Cina, melalui cara yang lunak hingga terkadang memaksa dan memeras.

    Baca: Militer Cina Pasang Howitzer Mobile di Dataran Tibet

    Laporan Pentagon ini juga menyebut Cina memanfaatkan Milisi Maritim Angkatan Bersenjata Rakyat, pasukan cadangan sipil yang tersedia untuk mobilisasi, untuk mencapai tujuan politik Cina di Laut Cina Selatan tanpa bertempur.

    Cina sedang menggalakkan pembangunan teknologi militernya termasuk dengan membangun rudal hipersonik dan senjata yang kecepatannya sedikitnya lima kali dari kecepatan suara.

    Cina juga meningkatkan anggaran pertahanan dan kapabilitas militernya hampir mendekati dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Sebagian besar dana itu dikeluarkan untuk memperkuat angkatan laut Cina. Sebuah laporan menyebutkan Cina memiliki angkatan laut terbesar di kawasan ini, dengan lebih dari 300 prajurit, kapal selam, kapal ampibi, kapal patroli, dan kapal jenis khusus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.