Dokter di Pakistan Tularkan HIV ke 90 Orang Lewat Jarum Suntik

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempat sampah khusus pembuangan jarum suntik bekas disediakan di mobil Cambie di Dosquebradas, Kolombia, 18 September 2015. Kementerian Kesehatan Kolombia mencanangkan program mobil Cambie atau mobil keliling pertukaran jarum suntik di kota-kota seperti Bogota dan Medellin. AP/Fernando Vergara

    Tempat sampah khusus pembuangan jarum suntik bekas disediakan di mobil Cambie di Dosquebradas, Kolombia, 18 September 2015. Kementerian Kesehatan Kolombia mencanangkan program mobil Cambie atau mobil keliling pertukaran jarum suntik di kota-kota seperti Bogota dan Medellin. AP/Fernando Vergara

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang dokter di Pakistan ditangkap karena diduga menginfeksi 90 orang termasuk 65 anak-anak dengan HIV menggunakan jarum suntik terkontaminasi.

    "Kami telah menangkap seorang dokter setelah mendapat keluhan dari otoritas kesehatan," kata Kamran Nawaz, kepala kepolisian setempat di selatan kota Larkana pada Jumat, seperti dikutip dari Al Jazeera, 4 Mei 2019.

    "Kami juga diberitahu bahwa dokter itu juga mengidap HIV," tambahnya.

    Baca: Laki-laki Ini Dinyatakan Bebas Virus HIV

    Pihak berwenang pertama kali diperingatkan pekan lalu setelah 18 anak yang tinggal di pinggiran kota dinyatakan positif terkena virus, yang menyebabkan AIDS, mendorong pejabat kesehatan untuk melakukan pemeriksaan lebih luas. Setelah pemeriksaan, puluhan infeksi lainnya ditemukan.

    "Lebih dari 90 orang telah dites HIV-positif dan jumlah anak-anak adalah sekitar 65," kata Dr Abdul Rehaman, seorang pejabat kesehatan kabupaten di Larkana.

    Baca: Duh, Rumah Sakit Ini Tulari Lima Pasiennya dengan Virus HIV  

    Seorang pejabat kedua mengkonfirmasi wabah itu, meskipun memberikan angka yang sedikit berbeda.

    Tes HIV Bisa Dilakukan Secara Mandiri, Praktis, dan Akurat

    Pihak berwenang mengatakan mereka melacak wabah ke dokter tunggal, yang tampaknya telah menggunakan jarum suntik yang terkontaminasi pada pasien.

    Azra Pechuho, menteri kesehatan provinsi Sindh, mengkonfirmasi penangkapannya.

    "Darah orang tua dari anak-anak yang terinfeksi juga diuji, tetapi hasilnya negatif," katanya.

    Baca: Bunuh Pacar karena Ditulari HIV

    Para pejabat sejak itu meluncurkan upaya pengujian dan pendidikan yang lebih luas.

    Pakistan dianggap sebagai negara dengan prevalensi rendah untuk HIV, tetapi penyakit ini berkembang kebanyakan di antara pengguna narkoba melalui suntikan, pekerja seks dan pekerja migran yang kembali dari Negara Teluk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Keunggulan Bahan Bakar Campuran Biodiesel B30 Saat Uji Coba

    Biodiesel B30 akan diluncurkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Desember 2019. Ini hasil B30 yang berbahan solar campur minyak kelapa sawit.