MA Filipina Desak Rodrigo Duterte Amankan Laut Cina Selatan

Presiden Filipina Rodrigo Duterte (empat dari kiri) berjabat tangan dengan Laksamana Muda Rusia Eduard Mikhailov di atas kapal angkatan laut anti-kapal selam Rusia Laksamana Tributs di Manila pada 6 Januari 2017.[CNN]

TEMPO.CO, Jakarta - Mahkamah Agung Filipina memerintahkan pemerintahan Rodrogo Duterte dan lembaga keamanan untuk melindungi lingkungan di wilayah sengketa Laut Cina Selatan.

Perintah ini menyusul keluhan yang disampaikan nelayan Filipina atasu aktivitas ilegal Cina.

Menurut laporan Reuters, 4 Mei 2019, Mahkamah Agung mengatakan telah mengeluarkan surat perintah yang menginstruksikan para kepala kementerian utama, penjaga pantai, angkatan laut dan polisi untuk menegakkan konvensi internasional dan hukum domestik untuk melindungi terumbu karang dan kehidupan laut di Zona Ekonomi Eksklusif (EEZ) 321 kilometer laut Filipina.

Baca: Tensi di Laut Cina Selatan, 2 Kapal Perang Rusia Tiba di Filipina

Perintah ini, menurut kritikus, merupakan tantangan langka oleh mahkamah agung terhadap penyerahan diri Presiden Rodrigo Duterte pada ekspansionisme dan militerisasi Cina di Laut Cina Selatan, sebagai imbalan atas insentif ekonomi yang dijanjikan.

Mahkamah agung menanggapi sebuah petisi oleh komunitas nelayan dari dua provinsi yang menuduh bahwa pembangunan pulau oleh Cina dan praktik penangkapan ikan Cina merupakan pelanggaran terhadap putusan tahun 2016 oleh Pengadilan Arbitrase Permanen, dalam kasus yang diajukan dan dimenangkan oleh Filipina.

Duterte telah dituduh menghambur-hamburkan keuntungan dari keputusan penting itu dengan menyerah pada tuntutan strategis Cina, dengan harapan mendapatkan miliaran dolar pinjaman dan investasi.

Baca: Duterte Minta Pasukan Bersiap Hadapi Cina Terkait Pulau Thitu

Perintah yang dikeluarkan pada Jumat oleh Mahkamah Agung mencakup tiga wilayah yang disengketakan, Shoal Scarborough, Shoal Thomas Kedua yang diduduki Filipina, dan Karang Mischief, salah satu dari tiga karang yang telah dikonversi oleh Tiongkok menjadi pulau-pulau buatan yang dilengkapi dengan radar, bunker, dan rudal permukaan ke udara.

Mahkamah agung tidak memberikan jangka waktu dan tidak mengatakan bagaimana pihak berwenang harus menegakkan hukum.

Menteri kehakiman dan juru bicara presiden tidak segera menanggapi permintaan Reuters untuk mengomentari perintah pengadilan.

Putusan itu menambah krisis kebijakan luar negeri terbesar Duterte di masa kepresidenannya, ketika Cina memperketat kontrolnya atas jalur air strategis di mana lebih dari US$ 3 triliun (Rp 42.745 triliun) dalam perdagangan dihasilkan setiap tahun melalui perairan ini.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte, dan Presiden Cina Xi Jinping berjabat tangan setelah upacara penandatanganan di Beijing, Cina, 20 Oktober 2016. AP Photo

Jajak pendapat secara konsisten menunjukkan bahwa popularitas besar Duterte di antara orang-orang Filipina tidak banyak mengubah perasaan ketidakpercayaan terhadap Cina.

Duterte membantah mengalah ke Beijing tetapi berpendapat tidak ada gunanya dan berbahaya untuk menantang kekuatan militer yang lebih unggul.

Dia bertemu Presiden Cina Xi Jinping pada pertemuan puncak di Cina bulan lalu dan, menurut para pembantu Duterte, menyuarakan oposisi terhadap gerombolan kapal penangkap ikan Cina di dekat pulau yang disengketakan yang ditempati oleh Filipina.

Baca: Filipina Protes Kehadiran Ratusan Kapal Cina

Abdiel Fajardo, presiden Integrated Bar of Philippines, organisasi pengacara Filipina, mengatakan surat itu menegaskan putusan arbitrase dan secara efektif mengingatkan pihak berwenang bahwa mereka memiliki kewajiban untuk mengikuti konstitusi dan hukum domestik.

"Filipina, setidaknya melalui pengadilan, tidak melepaskan haknya atas mereka dengan menyetujui tindakan sepihak negara lain," katanya dalam sebuah pesan teks.






6 ABK WNI yang Terlantar 7 Bulan di Filipina Kini Sudah Pulang

3 hari lalu

6 ABK WNI yang Terlantar 7 Bulan di Filipina Kini Sudah Pulang

Kasus ini sempat viral di media sosial saat salah satu anak dari ABK WNI itu melalui akun @maimeichil bercerita tentang kasus, yang dialami ayahnya.


Dampak Garis Kemiskinan Bank Dunia Direvisi, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia dan Cina Melesat

4 hari lalu

Dampak Garis Kemiskinan Bank Dunia Direvisi, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia dan Cina Melesat

Bank Dunia (World Bank) mengubah standar garis kemiskinan baru yang mengacu pada aturan purchasing power parities (PPP) 2017.


Inilah 7 Negara yang Menerapkan Cukai Minuman Berpemanis

4 hari lalu

Inilah 7 Negara yang Menerapkan Cukai Minuman Berpemanis

Berikut ini adalah sejumlah negara yang telah menerapkan cukai minuman berpemanis.


Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

6 hari lalu

Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

Mike Pompeo memberikan masukan ke Amerika soal bagaimana menghadapi Cina.


Investor Cina Disebut Tertarik Bangung Industri Hilirisasi Timah di Bangka Belitung

6 hari lalu

Investor Cina Disebut Tertarik Bangung Industri Hilirisasi Timah di Bangka Belitung

Ridwan menuturkan Indonesia adalah penghasil timah terbesar kedua di dunia. Dua investor asal Cina meliriknya.


Filipina Tutup 175 Perusahaan Judi dan Usir 40 Ribu Pekerja China

6 hari lalu

Filipina Tutup 175 Perusahaan Judi dan Usir 40 Ribu Pekerja China

Filipina menghentikan operasi 175 perusahaan perjudian lepas pantai dan mendeportasi sekitar 40.000 pekerja China.


Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

7 hari lalu

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang mengutuk tindakan Cina di Selat Taiwan dan menegaskan kembali pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.


Topan Noru Sebabkan Banjir di Manila dan 5 Petugas Penyelamat Tewas

8 hari lalu

Topan Noru Sebabkan Banjir di Manila dan 5 Petugas Penyelamat Tewas

Pemerintah Filipina mendistribusikan bantuan kepada ribuan pengungsi setelah topan Noru mendarat di ibu kota dan provinsi utara, menewaskan 5 orang


Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

8 hari lalu

Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

Beton yang semakin kuat memaksa bom-bom bunker buster semakin dahsyat. Saat ini beton yang menang?


Topan Noru Mendekat, Filipina Evakuasi Ribuan Warga Pesisir

9 hari lalu

Topan Noru Mendekat, Filipina Evakuasi Ribuan Warga Pesisir

Noru, topan tropis ke-11 yang melanda Filipina tahun ini, akan mengakibatkan hujan deras hingga lebat di wilayah ibu kota dan provinsi-provinsi terdek