Perseteruan Mahathir dan Kerajaan Johor, Permaisuri Angkat Bicara

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PM Malaysia, Mahathir Mohamad (kiri) dan Putra Mahkota Johor, Pangeran Ismail Sultan Ibrahim (kanan). Straits Times/Business Insider

    PM Malaysia, Mahathir Mohamad (kiri) dan Putra Mahkota Johor, Pangeran Ismail Sultan Ibrahim (kanan). Straits Times/Business Insider

    TEMPO.CO, Jakarta - Zarith Sofiah Sultan Idris Shah Ibu Putra Mahkota Tunku Ismail Sultan Ibrahim ikut  buka suara membela anaknya setelah Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan Tunku Ismail adu komentar dalam beberapa pekan terakhir. 

    Dikutip dari straitstimes.com, Jumat, 3 Mei 2019, melalui unggahannya di Facebook Zarith Sofiah mengatakan dia tidak bisa diam saja melihat anaknya dihujani kritik atas komentarnya. Sebelumnya Tunku Ismail berkomentar lebih baik mengganti Perdana Menteri daripada mengganti kepala pelatih dari tim sepak bola. Kalimat itu dibalas oleh Mahathir dengan mengatakan  pergantian PM hanya bisa dilakukan oleh rakyat. 

    “Sebagai seorang ibu, tidak baik bagi saya bersusah hati melihat anak-anak saya dihina, diolok-olok dan menjadi sebuah bahan hiburan bagi mereka yang berfikir lebih pintar dan tak pernah merasa melakukan kesalahan,” kata Zarith Sofiah.   

    Baca: PM Mahathir Sebut Pangeran Johor Orang Kecil, Kenapa? 

    Unggahan itu pun ditanggapi oleh Putra Mahkota Tunku Ismail. Dia mengatakan agar ibunya jangan khawatir karena semuanya akan baik-baik saja. 

    “Tak peduli bagaimana gelapnya badai, selalu ada sinar yang muncul. Saya janji pada mu dan semoga Allah melindungi Sultan (ayahnya),” tulis Tunku Ismail di Facebook.

    Baca: Mahathir Mohamad Kritik Bangsawan karena Ikut Campur Pemerintahan 

    Ketegangan antara Perdana Menteri Mahathir dan keluarga Kerajaan Johor bukan yang pertama kali ini terjadi. Sebelumnya pada awal 1990-an, Mahathir memutuskan menghapus imunitas hukum yang bisa dinikmati keluarga kerajaan setelah Kerajaan Johor beberapa kali melakukan tindak penyerangan.

    Dalam pemilu Malaysia tahun lalu, Putra Mahkota Tunku Ismail menyerukan masyarakat agar tidak memberikan suaranya kepada Mahathir. 

    Sedangkan adu komentar antara Mahathir dan Tunku Ismail dalam beberapa pekan ini bermula ketika pada bulan lalu Osman Sapian memutuskan mengundurkan diri sebagai Kepala Menteri untuk wilayah Negara Bagian Johor. Pengunduran diri itu berbuntut panjang terkait siapa yang berhak memilih menteri pengganti apakah Sultan Negara Bagian Johor atau Mahathir.  

    “Tolong jangan campuri urusan negara bagian Johor karena wilayah ini punya kedaulatan sendiri dan masih punya seorang Sultan,” kata Sultan Negara Bagian Johor yang bernama Sultan Ibrahim Sultan Iskandar atau ayah Tunku Ismail. 

    Perkataan ini ditanggapi oleh Mahathir, khususnya soal kedaulatan. Dia mengatakan Johor adalah bagian dari Malaysia. Jika wilayah itu sebuah negara asing, maka Mahathir pun meyakinkan dia tidak akan melakukan intervensi negara lain.   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.