Maduro Klaim Militer Setia pasca Perlawanan Tokoh Oposisi Guaido

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Venezuela Nicolas Maduro menghadiri latihan militer di Turiamo, Venezuela, 3 Februari 2019.[Istana Kepresidenan Venezuela / Handout Miraflores via REUTERS]

    Presiden Venezuela Nicolas Maduro menghadiri latihan militer di Turiamo, Venezuela, 3 Februari 2019.[Istana Kepresidenan Venezuela / Handout Miraflores via REUTERS]

    TEMPO.CO, Caracas – Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, tampil di layar televisi bersama sejumlah pejabat tinggi dan pimpinan militer pada Kamis, 2 Mei 2019.

    Baca:

     

    Kemunculannya ini untuk menanggapi ajakan dari tokoh oposisi Juan Guaido agar militer meninggalkan Maduro dan melakukan kudeta.

    Maduro mengatakan kesetiaan merupakan nilai yang Anda punya atau tidak. Dia mengaku yakin pasukan tidak akan mengecewakan Tanah Air.

    “Pasukan bersatu, menyatu dan patuh kepada mandat konstitusional,” kata Maduro kepada pasukan militer seperti dilansir stasiun televisi lokal dan dikutip media internasional seperti Globe and Mail pada Kamis, 2 Mei 2019.

    Baca:

     

    Maduro mengatakan bakal ada banyak korban tewas jika terjadi perang sipil di Venezuela. Ini dipicu oleh tindakan para pelaku kudeta dan pengkhianat. “Berapa tahun perang harus kita alami? Berapa banyak kerusakan fisik yang harus kita derita,” kata dia.

    Reuters melansir televisi lokal menyebut kemunculan Maduro dan pasukan militer ini sebagai tanda loyalitas pasukan kepada pemerintah. Ini sebagai tanggapan atas upaya Guaido yang mengerahkan massa pada Selasa untuk menggulingkan Maduro.

    Baca:

     

    Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino, hadir mendampingi Maduro pada sesi bersama pasukan. Dia membantah tudingan penasehat keamanan nasional AS, John Bolton, telah meminta Maduro untuk mundur.

    Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido menyerukan kepada militer negara itu agar melakukan kudeta terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Sumber: AP Photo/Fernando Llano/foxnews.com

    “Jangan mencoba membeli kami dengan tawaran yang tidak jujur seakan kami tidak punya harga diri,” kata Padrino. Kepala operasi militer, Remigio Ceballos, juga muncul bersama Maduro.

    Pada saat yang sama, tokoh oposisi lainnya yaitu Leopoldo Lopez menghindari upaya penangkapan dengan bersembunyi di kediaman duta besar Spanyol.

    Baca:

     

    Lopez mengatakan sempat bertemu dengan pejabat militer senior untuk menjatuhkan Maduro. Menurut dia, ada gerakan militer lebih lanjut untuk menggoyang Maduro.

    “Bakal terjadi keretakan dan menjebol tanggul,” kata Lopez, yang pernah ditangkap pada 2014 karena memprotes Maduro. Pengadilan telah mengeluarkan surat perintah penangkapan kepada Lopez pada Kamis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.