Aplikasi Cari Jodoh Tantan Dibekukan di Cina

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aplikasi pencarian jodoh, Tantan dibekukan oleh Beijing. Sumber: Weibo/asiaone.com

    Aplikasi pencarian jodoh, Tantan dibekukan oleh Beijing. Sumber: Weibo/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Aplikasi mencari jodoh, Tantan, dibekukan dari sejumlah app stores di Cina. Langkah itu dilakukan Beijing di tengah upaya pemerintah membersihkan konten jagad maya.

    Dikutip dari asiaone.com, Rabu, 1 Mei 2019, pembekuan aplikasi Tantan atas perintah langsung otoritas pemerintah Cina. Momo, perusahaan yang menaungi Tantan membenarkan pembekuan tersebut, namun tidak memberikan alasan penghapusan aplikasi itu.

    Kendati sudah dibekukan, Tantan masih bisa diunduh dari gadget merek Apple di Cina.
    Aplikasi Tantan telah menjadi wadah pencarian jodoh terbesar di Cina. Tercatat ada 90 juta orang yang mengunduh dan menggunakan aplikasi ini, dimana dari jumlah itu sebanyak 6 juta adalah pengguna aktif.

    "Kami telah secara aktif berkomunikasi dengan otoritas terkait dan kami memiliki niat baik untuk bekerja sama agar Tantan bisa dipulihkan lagi secepatnya. Kami pun siap melakukan evaluasi internal terhadap konten Tantan berdasarkan hukum dan aturan yang berlaku," tulis Momo dalam keterangannya.

    Baca: Cari Pasangan Lewat Aplikasi Jodoh Online? Cek Risiko Ini

    Aplikasi Tantan dibekukan di Cina. Sumber: LINE Today/Google

    Baca: Tidak Hanya Jodoh, Mencari Teman Pun Kini Lewat Aplikasi

    Pembekuan aplikasi Tantan ini menjadi pukulan telak bagi Momo. Perusahaan itu mengakuisisi kompetitor Tantan pada Februari 2018 dengan nilai sekitar S$1 miliar atau sekitar Rp 10,4 trilun. Momo berharap akuisisi ini bisa menjadikan Tantan mesin pertumbuhan karena akan memberikan pengguna Momo nilai tambah. Pembekuan

    Tantan ini telah membuat saham Momo anjlok 8 persen pada Senin, 29 April 2019.
    Pembekuan Tantan dilakukan di tengah-tengah kampanye pembersihan konten dunia maya yang dilakukan Beijing di negara itu. Di bawah pemerintahan Presiden Xi Jinping, Partai Komunis Cina telah memperketat aturan sensor dan berselancar di dunia maya, diantaranya pornografi, perjudian, berita bohong dan perbedaan pendapat yang semua itu digambarkan sebagai informasi negatif.

    Sepanjang April 2019, Badan Pengawas Dunia Siber Cina telah menutup 9 aplikasi pesan singkat yang menyebarkan informasi pornografi atau memfasilitasi prostitusi. Menurut lembaga itu, akan ada tindakan terhadap mereka yang menjadi ancaman bagi keamanan masyarakat seperti menyebar informasi ilegal, data palsu, penipuan dan memfasilitasi malpraktik offline.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.