Kisah Pahlawan Menyelamatkan 450 Jiwa dari Teror Bom di Sri Lanka

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ramesh Raju, pahlawan yang menyelamatkan ratusan umat Kristen gereja Sion di Batticaloa, Sri Lanka dari teror bom bunuh diri pada Minggu Paskah, 21 April 2019. Ramesh tewas saat pelaku bom bunuh diri meledakkan bomnya di luar gereja.

    Ramesh Raju, pahlawan yang menyelamatkan ratusan umat Kristen gereja Sion di Batticaloa, Sri Lanka dari teror bom bunuh diri pada Minggu Paskah, 21 April 2019. Ramesh tewas saat pelaku bom bunuh diri meledakkan bomnya di luar gereja.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ramesh Raju, ayah dari 2 anak remaja, dipuja sebagai pahlawan yang menyelamatkan ratusan jiwa yang sedang beribadah merayakan Paskah di gereja Zion, Sri Lanka pada hari Minggu pekan lalu.

    Ramesh, seorang kontraktor bangunan beristrikan Chrishantini, guru sekolah Minggu di gereja Zion, tewas setelah memaksa seorang pria dengan membawa tas ransel berukuran besar keluar dari halaman gereja.

    BacA: Peringatan Dini Teror Sri Lanka dari Pengakuan Tersangka ISIS

    Menurut kesaksian Chrishantini, dirinya baru saja selesai mengajar sekolah Minggu bagi anak-anak di gereja Zion. Setelah kelas bubar, dia dan suaminya kemudian membawa kedua anak mereka berusia 14 dan 12 tahun masuk ke dalam gereja untuk mengikuti ibadah Paskah.

    Ramesh yang berada di halaman gereja kemudian mengalihkan perhatiannya pada seorang pria yang membawa ransel besar memasuki halaman gereja. Ramesh kemudian mendekati pria yang tidak dikenalnya dan mencurigakan gerak-geriknya.

    "Suami saya merasa ada sesuatu yang tidak benar," kata Chrishantini seperti dikutip dari Colombo Gazette, 26 April 2019.

    Pria yang membawa ransel besar itu mengatakan dirinya membawa video untuk merekam dan memfilmkan acara di dalam gereja.

    Baca: Otak Teror Bom di Sri Lanka Tewas di Hotel Shangri-La

    Ramesh penuh curiga kemudian meminta pria itu meminta izin terlebih dahulu kepada petugas keamanan gereja.

    "Dia lalu memaksanya keluar," ujar Chrishantini.

    Merasa tidak ada masalah besar, Chrishantini dan kedua anaknya kemudian memasuki gereja. Sementara Ramesh berusaha menggiring pria itu agar tidak masuk ke dalam gereja.

    Menurut Chrishantini, ada sekitar 450 umat berada di dalam gereja untuk merayakan Paskah, peristiwa terpenting dan paling suci bagi umat Kristen.

    Beberapa saat kemudian, umat di dalam gereja dikagetkan dengan suara ledakan yang sangat kuat. Umat berlarian ke luar gereja dan beberapa bagian bangunan gereja terbakar.

    Baca: Teroris di Sri Lanka Orang Terdidik Kuliah di Inggris, Australia

    Chrishantini dan keluarganya berlari menunjuk rumah sakit terdekat untuk mencari Ramesh. Beberapa jam berlalu baru tubuh Ramesh ditemukan di lokasi ledakan.

    Ramesh dimakamkan keesokan harinya. Sementara Chrihantini menangis tak menyangka kehilangan suaminya.

    "Saya mencintai Yesus, saya mencintai Yesus," kata wanita itu menangis mengenang hidupnya yang tragis kehilangan suami oleh ulah pelaku teror.

    Poster raksasa tergantung di luar rumah Chrishanthini di kota Batticaloa, di pantai timur Sri Lanka. Di sebelah kiri ada foto Ramesh Raju tersenyum ke arah kamera. Keluarga besarnya dan warga setempat berkumpul, beberapa menangis. Mereka memberi penghormatan kepada pahlawan mereka. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.