Presiden Bolsonaro Sebut Seribu Laki-laki Brazil Amputasi Penis

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Brazil Jair Bolsonaro. Sumber: Reuters/mirror.co.uk

    Presiden Brazil Jair Bolsonaro. Sumber: Reuters/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Brazil Jair Bolsonaro mengklaim sekitar seribu laki-laki di negaranya harus mengalami amputasi penis setiap tahunnya karena kurangnya sumber air bersih dan sabun.

    Pernyataan Bolsonaro itu ditujukan untuk menggambarkan betapa konyol dan menyedihkannya situasi negaranya saat ini, namun soal amputasi penis itu dibenarkan oleh Asosiasi Urologi Brazil. Mereka mengatakan laki-laki kadang harus mengamputasi alat vital mereka karena infeksi, kanker dan komplikasi virus HIV.

    "Di Brazil, telah dilakukan sekitar seribu amputasi penis per tahun karena kurangnya pasokan air bersih dan sabun. Kita harus mencari sebuah cara untuk keluar dari masalah dasar ini," kata Presiden Bolsonaro, seperti dikutip dari mirror.co.uk, Jumat, 26 April 2019.

    Baca: Pria Sering Berganti Pasangan? Awas Kanker Penis

    Ilustrasi operasi. Sumber: Universal Images Group Editorial/mirror.co.uk

    Baca: 5 Mitos tentang Seks, Termasuk Masturbasi dan Ukuran Penis

    Menurut Bolsonaro, pihaknya saat ini harus melakukan upaya lebih untuk membuat kaum adam sadar akan bahaya yang mengintai mereka jika mereka tidak membersihkan alat kelamin mereka dengan sepatutnya.

    Komunitas Kanker Amerika Serikat mengatakan alat vital yang bersih adalah salah satu faktor terpenting dalam mencegah penyebaran kanker penis pada laki-laki yang tidak sunat. Sejumlah riset memperlihatkan laki-laki yang disunat lebih rendah terkena risiko penyakit yang berkaitan dengan kotoran yang menumpuk di penis.

    Presiden Bolsonaro sejak masa kampanye telah beberapa kali melontarkan komentar kontroversi. Sebelumnya, dia mengatakan putranya lebih baik meninggal dari pada menjadi seorang gay. Dia pun menuding para fundamentalis homoseksual mencuci otak anak-anak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?