WHO Sarankan Anak 5 Tahun Tak Nonton TV Lebih dari 1 Jam

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ilustrasi. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Kesehatan Dunia atau WHO telah menerbitkan panduan yang menyarankan agar anak usia di bawah lima tahun tidak lebih dari satu jam menonton atau melihat layar TV atau monitor lainnya.

    Dikutip dari english.alarabiya.net, Kamis, 25 April 2019, himbauan dari WHO itu mirip dengan nasehat dari Ikatan Dokter Anak Amerika Serikat. Asosiasi itu bahkan merekomendasikan anak-anak yang lebih muda dari 18 bulan jangan sampai terpapar layar monitor atau video. Orang tua yang memiliki anak balita dihimbau memilih program edukasi yang bermanfaat dan mendampingi anak-anak mereka saat melihat TV atau video.

    Baca: Awas, Nonton TV dan 4 Hal Ini Bikin Kualitas Sperma Menurun

    Namun saran WHO itu dikritik karena gagal mempertimbangkan potensi manfaat media digital.

    “Saran WHO soal waktu menonton TV atau video secara keseluruhan fokus pada jumlah waktu, tetapi gagal mempertimbangkan manfaat konten serta kontek. Tidak semua layar monitor saat ini diciptakan setara,” kata Andrew Przybylski, Direktur Peneliti dari Oxford Internet Institute.     

    Ikatan Dokter Anak dan Kesehatan Anak Inggris mengatakan data yang digunakan WHO tidak kuat untuk memungkinkan para ahli menyusun ambang batas bagi anak-anak menonton TV atau layar lainnya.

    Baca: 95 Persen Masyarakat Nonton TV

    “Penelitian kami telah memperlihatkan tidak ada cukup bukti untuk mendukung penyusunan batas waktu menonton TV atau video. Pembatasan waktu yang disarankan WHO tampaknya tidak proporsional terhadap petensi bahaya,” kata Max Davie, dokter di Ikatan Dokter Anak dan Kesehatan Anak Inggris bidang peningkatan kesehatan.      

    Dalam himbauannya, WHO tidak secara spesifik atau detail mengapa anak di bawah lima tahun tidak disarankan menonton TV atau layar monitor lainnya lebih dari satu jam. WHO hanya merekomendasikan adanya aktivitas fisik dan tidur yang cukup, ketimbang aktivitas tak bergerak seperti menonton TV yang sekarang meningkat.   

    Fisik yang tidak bergerak bisa berisiko menjadi pemicu kematian dan berkontribusi pada naiknya jumlah penderita obesitas atau kegemukan. WHO menyebut, bayi berusia kurang dari satu tahun harus setidaknya harus menghabiskan 1,5 jam aktivitas fisik setiap hari dan tiga jam bagi anak-anak usia di atas tiga tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?