Sebuah Ledakan Terjadi lagi di Sri Lanka, Polisi Mengusut

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemuka dari berbagai agama ikuti doa bersama dalam aksi solidaritas kepada para korban ledakan bom berantai di Sri Lanka, di luar sebuah gereja di Kolkata, India, 23 April 2019. REUTERS/Rupak De Chowdhuri

    Para pemuka dari berbagai agama ikuti doa bersama dalam aksi solidaritas kepada para korban ledakan bom berantai di Sri Lanka, di luar sebuah gereja di Kolkata, India, 23 April 2019. REUTERS/Rupak De Chowdhuri

    TEMPO.COKolombo – Sebuah ledakan terjadi di sebuah kota yang terletak sekitar 40 kilometer di sebelah timur ibu kota Kolombo, Sri Lanka.

    Baca:

     

    Ledakan yang terjadi pada Kamis, 25 April 2019 ini tidak menimbulkan korban jiwa.

    Juru bicara polisi Ruwan Gunasekera, mengatakan polisi sedang menginvestigasi ledakan yang terjadi di tanah kosong di belakang gedung pengadilan di Pugoda.

    “Terjadi ledakan, dan sedang diselidiki polisi,” kata Gunasekera seperti dilansir Channel News Asia pada Kamis, 25 April 2019.

    Baca:

     

    Gunasekera mengatakan ledakan itu bukanlah ledakan terkontrol seperti yang dilakukan petugas beberapa hari terakhir.

    Ledakan ini terjadi beberapa hari setelah teror bom di Sri Lanka pada saat perayaan Hari Paskah pada Ahad, 21 April 2019. Ledakan yang terjadi di ibu kota Kolombo dan beberapa kota lain ini menyasar empat hotel, dan tiga gereja.

    Baca:

     

    Jumlah korban tewas mencapai sekitar 359 orang dengan 500 orang lain terluka. Sekitar 40 turis asing dari berbagai negara seperti AS, Inggris, Denmark, Belanda, Turki dan Cina ikut menjadi korban tewas ledakan di Hotel Shangri La, Cinnamon Grand Hotel, dan Kingsbury Hotel.

    Mayoritas korban yang tewas di tiga gereja adalah warga lokal Sri Lanka. Ketiga gereja itu adalah Gereja St Anthony di Kolombo, Gereja St Sebastian di Negombo, dan Gereja Zion di Batticalcoa.

    Baca:

     

    Otoritas keamanan Sri Lanka telah menangkap sekitar 60 orang yang diduga terkait dengan aksi teror keji ini. Pemerintah juga memblokir akses ke media sosial untuk mencegah warga menyebarkan informasi keliru soal serangan teror ini. Kelompok ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.