Pengadilan Myanmar Tolak Banding Wartawan Reuters

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga wartawan senior yang bekerja untuk sebuah surat kabar swasta terbesar di Myanmar, ditahan pada Rabu, 17 Otkober 2018. Ketiganya ditahan atas tuduhan menyebarkan ketakutan. Sumber: Reuters

    Tiga wartawan senior yang bekerja untuk sebuah surat kabar swasta terbesar di Myanmar, ditahan pada Rabu, 17 Otkober 2018. Ketiganya ditahan atas tuduhan menyebarkan ketakutan. Sumber: Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan tinggi kasasi Myanmar pada Selasa, 23 April 2019, menolak banding dua wartawan Myanmar yang bekerja untuk Reuters. Di pengadilan tingkat pertama, Wa Lone, 33 tahun, dan Kyaw Soe Oo, 29 tahun, divonis hingga tujuh tahun penjara atas tuduhan melanggar undang-undang rahasia negara. 

    “Keduanya dihukum penjara hingga tujuh tahun dan keputusan ini tidak berubah. Pengajuan banding ditolak,” kata Hakim Mahkamah Agung, Soe Naing di Pengadilan Mahkamah Agung kota Naypyitaw, Myanmar, tanpa memberikan keterangan lebih lanjut. 

    Menanggapi putusan ini, Kepala Konsul Reuters Gail Gove mengatakan Wa Lone dan Kyaw Soe Oo tidak melakukan kejahatan apapun, bahkan tidak ada bukti atas tuduhan yang diarahkan padanya. Sebaliknya, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo adalah korban jebakan polisi yang ingin membungkam kebenaran laporan berita mereka. 

    “Kami akan terus melakukan hal yang bisa kami lakukan untuk membebaskan mereka segera,” kata Gove.       

    Baca: Banding 2 Wartawan Reuters Ditolak Pengadilan Myanmar 

    Wartawan Reuters, Wa Lone, dikawal oleh polisi saat meninggalkan gedung pengadilan setelah persidangan Senin, 9 Juli 2018, di Yangon, Myanmar. [AP Photo / Thein Zaw]

    Dikutip dari reuters.com, Selasa, 23 April 2019, putusan pengadilan banding kasasi ini secara tak langsung mempertanyakan transisi demokrasi di Myanmar yang sedang berlangsung. Wa Lone dan Kyaw Soe Oo ditahan sejak Desember 2017 atau persisnya saat mereka sedang mengerjakan laporan investigasi terhadap pembunuhan 10 laki-laki penduduk Rohingnya.  

    Tim pengacara Wa Lone dan Kyaw Soe Oo mengajukan banding ka Mahkamah Agung karena kurangnya bukti jika tindakan yang dilakukan kliennya dianggap sebuah tindakan kriminal dan bukti yang diajukan ke pengadilan tingkat pertama sudah disusun oleh polisi. Sumber di kepolisian mengatakan sejumlah aparat kepolisian yang memberikan dokumen-dokumen rahasia negara pada Wa Lone dan Kyaw Soe Oo.

    Baca:  Ditahan Myanmar, Jurnalis Reuters: Saya Percaya Demokrasi

    Sebelumnya pengadilan di distrik Yangon, Myanmar, pada September 2018 memvonis Wa Lone dan Kyaw Soe Oo bersalah melanggar undang-undang rahasia negara dan menghukum mereka tujuh tahun penjara. Pengadilan tinggi Yangon pada Januari 2019 sebelumnya menolak banding Wa Lone dan Kyaw Soe Oo. Juru bicara pemerintah Myanmar menolak berkomentar atas putusan banding Wa Lone dan Kyaw Soe Oo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.