Diguncang Teror Bom, Sri Lanka Berlakukan Situasi Darurat

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Sri Lanka mengumumkan pemberlakuan situasi darurat menyusul serangan bom bunuh diri yang menewaskan sedikitnya 290 orang di hari Paskah, 21 April 2019.

    Pemberlakuan status darurat, mengutip laporan Channel News Asia, agar polisi dan tiga pasukan keamanan dari angkatan laut, udara, dan darat dapat memberikan rasa aman kepada publik.

    Baca: 87 Bom Ditemukan, Sri Lanka Sebut Jaringan Asing Terlibat

    Otoritas Sri Lanka telah memberlakukan jam malam beberapa saat seteleh sedikitnya 8 ledakan yang menarget 3 gereja dan 3 hotel di Kolombo, ibukota Sri Lanka.

    Pemerintah Sri Lanka juga menutup akses untuk media sosial termasuk Facebook dan Whatsapp dengan alasan tidak terjadi penyebaran informasi yang salah.

    Baca: Teror Bom di Sri Lanka, 290 Orang Tewas dan 500 Orang Terluka

    Menteri Kabinet Rajitha Senaratne mengatakn, pihak pemerintah sedang menyelidiki keterlibatan kelompok ekstrimis setempat yakni, National Thowheet Jama'ath atau NTJ dan dugaan kelompok ini mendapat dukungan internasional.

    "Kami tidak melihat bawah hanya organisasi kecil di negeara ini mampu melakukan semuanya," kata Senaratne, mengutip Channel News Asia.

    Baca: Paus Fransiskus Kutuk Teror Bom di Sri Lanka saat Ibadah Paskah

    Aparat Sri Lanka juga menyelidiki bagaimana mereka membuat bom bunuh diri dan cara mereka memproduksi bom.

    NT, kelompok radikal yang merupakan jaringan pengrusakan patung-patung Budha.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Menetapkan Jokowi Widodo - Ma'ruf Amin Pemenang Pilpres 2019

    Pada 21 Mei 2019, Komisi Pemilihan Umum menetapkan pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019. Inilah komposisi perolehan suara.