Paskah, 3 Gereja dan 3 Hotel di Sri Lanka Diserang Ledakan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ledakan terjadi di tiga gereja dan tiga hotel di Sri Langka pada Minggu, 21 April 2019. Sumber: Reuters/voanews.com

    Ledakan terjadi di tiga gereja dan tiga hotel di Sri Langka pada Minggu, 21 April 2019. Sumber: Reuters/voanews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah ledakan terjadi di tiga gereja dan tiga hotel di Sri Lanka pada Minggu, 21 April 2019. Korban tewas sementara 30 orang.

    Dikutip dari express.co.uk, Minggu, 21 April 2019, sebanyak 280 orang dilaporkan luka-luka dalam ledakan tersebut. Ledakan dilaporkan terjadi di ibu kota Colombo dan kota Negombo persis saat umat Kristen sedang merayakan paskah.

    Baca: Dua Bom Meledak di Gereja di Filipina Selatan, 27 Orang Tewas

    Sumber di keamanan Sri Lanka menceritakan terdengar enam dentuman ledakan yang menghancurkan gereja dan hotel. Ledakan di gereja kemungkinan besar dilakukan oleh sejumlah pelaku bom bunuh diri.

    Baca: Bom di Gereja Surabaya Mengguncang Warga

    Sebuah sumber mengatakan setidaknya 80 orang sudah dilarikan ke rumah sakit di ibu kota Colombo. Gereja yang menjadi sasaran ledakan adalah St Anthony di Kochchikade, gereja St Sebestian di Katuwapitiya dan satu gereja di Batticaloa.

    Adapun tiga hotel yang juga menjadi sasaran ledakan adalah hotel bintang lima Shangri-La, hotel Cinnamon Grand serta hotel Kingsbury di jantung kota Colombo.

    Menurut para saksi mata, gedung-gedung di sekitar ledakan ikut bergetar saat ledakan terjadi. Sejumlah orang yang luka-luka di bawa ke dalam ambulance. Rumah Sakit Nasional Colombo mengaku merawat beberapa korban luka-luka.

    Gereja St Sebastian di kota Katuwapitiya mengunggah ke Facebook sejumlah foto yang memperlihatkan bagian dalam gereja yang hancur. Ada pula foto-foto yang memperlihatkan bangku-bangku gereja dan lantai yang penuh dengan bercak darah. Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.