Tangga Suci Yesus Dibuka untuk Pertama Kali setelah 300 Tahun

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Scala Santa atau Tangga Suci di Roma.[Mountain Butorac/Catholic News Agency]

    Scala Santa atau Tangga Suci di Roma.[Mountain Butorac/Catholic News Agency]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengunjung Roma pada Paskah ini dapat memiliki pengalaman sekali seumur hidup, yakni menaiki tangga asli yang konon pernah dinaiki Yesus saat perjalanan untuk diadili oleh Pontius Pilatus sebelum penyaliban.

    Tangga Suci, yang dikenal dalam bahasa Latin sebagai Scala Sancta, telah ditutupi dengan papan kayu selama 300 tahun, tetapi selama dua bulan ke depan, marmer asli tangga dibuka setelah proyek restorasi, menurut laporan CNN, 20 April 2019.

    Tetesan darah Yesus yang konon jatuh di tangga ditandai dengan salib abad pertengahan di tiga tempat di tangga. Pengunjung berhenti atau berlutut untuk mencium dan menyentuh mereka saat mereka menaiki 28 anak tangga.

    Baca: Paus Fransiskus dan Ribuan Jamaah Ikuti Prosesi Jalan Salib

    "Injil Yohanes menceritakan bahwa Yesus naik tangga ini beberapa kali," kata Pastor Francesco Guerra, Rektor Tangga Suci.

    Meskipun tidak ada dokumentasi tertulis, tradisi mengatakan bahwa Ibu Kaisar Constantine, Helen, seorang kolektor peninggalan Yesus pada abad ke-4, memiliki tangga yang dibawa dari Yerusalem.

    "Kami tahu pasti bahwa St. Helen membawa paku yang digunakan untuk menyalibkan Yesus dan sebagian salibnya, ke sebuah gereja di dekat sini," kata Guerra.

    Pemulihan ini juga menghasilkan penemuan yang mengejutkan, yakni lekukan yang dalam pada marmer yang disebabkan oleh kerusakan selama berabad-abad dari lutut dan kaki peziarah.

    "Sampai beberapa hari yang lalu, tidak mungkin untuk melihat ini karena tangga tertutup selama 300 tahun oleh papan kenari," tambah Guerra.

    Staf sedang melakukan pekerjaan restorasi Tangga Suci.[CNN]

    Frank Scherra, seorang tentara AS yang ditempatkan di Jerman yang menaiki tangga dengan 6 anaknya menyebut pengalaman itu tak ternilai.

    "Itu memberi saya waktu untuk merenung dan berpikir tentang orang-orang yang berdampak pada iman saya dan keluarga saya," katanya. "Dan orang-orang yang saya kenal ada di surga atau berusaha untuk sampai ke sana. Itu adalah kesempatan untuk berdoa bagi mereka."

    Yang lain menceritakan kisah pertobatan dan pengalaman yang sangat emosional dari pendakian mereka.

    Baca: Penjara Yesus Kristus Kembali Dibuka untuk Peziarah

    Di puncak tangga adalah kamar yang disebut Mahakudus. Dulunya itu adalah kapel pribadi Paus dan berisi peninggalan para Santo dan salah satu ikon tertua Yesus yang ditemukan di Roma, yang berasal dari abad ke-5.

    Tangga akan segera ditutup lagi dengan kayu untuk melindungi marmer, tetapi untuk beberapa minggu ke depan peziarah Roma dapat benar-benar berjalan di tangga, atau setidaknya berlutut pada jejak asli Yesus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.