Mantan Presiden Peru Tulis Surat Sebelum Bunuh Diri

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kandidat Presiden Peru, Alan Garcia, menyapa pendukungnya saat kampanye di Catacaos, Piura, Peru, 30 Mei 2006. Alan Garcia terseret dalam tuduhan korupsi, setelah jaksa penuntut menginvestigasi kasus Odebrecht berhasil mengumpulkan barang bukti. REUTERS/Mariana Bazo/File Photo

    Kandidat Presiden Peru, Alan Garcia, menyapa pendukungnya saat kampanye di Catacaos, Piura, Peru, 30 Mei 2006. Alan Garcia terseret dalam tuduhan korupsi, setelah jaksa penuntut menginvestigasi kasus Odebrecht berhasil mengumpulkan barang bukti. REUTERS/Mariana Bazo/File Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Presiden Peru Alan Garcia, 70 tahun, rupanya sempat menulis surat sebelum melakukan aksi bunuh diri dengan cara menembak dirinya sendiri. Garcia memilih mengakhiri hidupnya persis saat dijemput aparat kepolisian atas tuduhan korupsi.

    Salah satu putri Garcia membacakan catatan terakhir ayahnya di kantor pusat Partai Aliansi Revolusionari Amerika Populer atau APRA. Garcia terpilih dua kali menjadi Presiden Peru lewat partai tersebut.

    "Saya tidak mau dipermalukan. Saya telah melihat orang lain diarak dengan borgol, menjalani kehidupan yang menyedihkan, namun seorang Alan Garcia tidak harus mengalami penderitaan akibat ketidakadilan ini. Untuk alasan ini, saya meninggalkan anak-anak saya dengan martabat dan harga diri saya. Untuk musuh-musuh saya, mayat saya adalah tanda penghinaan mereka pada saya," seperti dibacakan Luciana Garcia.

    Reuters pada Sabtu, 20 April 2019, belum bisa secara independ memverifikasi keaslian surat itu, termasuk kapan persisnya surat itu dibuat. Luciana Garcia meyakinkan, catatan itu ditinggalkan ayahnya sebelum dia bunuh diri.

    Baca:Bunuh Diri, Begini Perjalanan Hidup Mantan Presiden Peru

    Ribuan masyarakat Peru mengucapkan salam perpisahan kepada mantan Presiden Peru Alan Garcia, 70 tahun, yang tewas bunuh diri pada Rabu, 17 April 2019 waktu setempat. Sumber: Reuters/Guadalupe Pardo

    Baca: Mantan Presiden Peru Bunuh Diri, Ribuan Masyarakat Berduka

    Surat Garcia itu menggaris bawahi soal keretakan politik yang dalam yang terus mengganggu penyelidikan di Odebrecht, sebuah perusahaan bidang konstruksi asal Brazil. Garcia diserang tuduhan korupsi senilai US$ 30 juta atau sekitar Rp 182 miliar dan tudingan adanya sejumlah kontrak kerja yang diterbitkan pemerintah menguntungkan sejumlah pihak.

    Jaksa penuntut yang menyelidiki kasus ini mengatakan telah mengantungi cukup bukti untuk menahan Garcia, dimana saat bersamaan mereka akan mempersiapkan dakwaan terhadapnya. Hingga akhir hidupnya, Garcia berkeras tidak bersalah dan menyebut hal ini penuh muatan politik.

    "Pada saat ini, rumor dan kebencian telah menguasai sebagian besar orang. Saya telah melihat bagaimana prosedur ini semua digunakan untuk mempermalukan dan bukan untuk mencari kebenaran," tulis Garcia dalam suratnya yang dibaca oleh ribuan teman dan sekutu-sekutunya.

    Presiden Peru Martin Vizcarra telah menawarkan kepada keluarga almarhum upacara penghormatan pemakaman Garcia. Seremoni semacam ini adalah hal yang umum bagi mantan presiden Peru, namun tawaran Vizcarra itu ditolak oleh keluarga Garcia. Sebaliknya mereka memiilh acara pemakaman pribadi yang dihadiri oleh teman dan sekutu-sekutu politik Garcia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.