Pemilu 2019 Damai, Demokrasi Indonesia Dipuji Diplomat Asing

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menggunakan hak pilihnya di TPS 16 Bojongasih yang terdampak banjir di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu, 17 April 2019. Banjir luapan Sungai Citarum masih merendam kawasan Dayeuhkolot pada hari pencoblosan Pemilu 2019. ANTARA

    Warga menggunakan hak pilihnya di TPS 16 Bojongasih yang terdampak banjir di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu, 17 April 2019. Banjir luapan Sungai Citarum masih merendam kawasan Dayeuhkolot pada hari pencoblosan Pemilu 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemilu Indonesia yang merupakan pemilu terbesar ketiga di dunia, dipuji oleh para diplomat luar negeri karena berlangsung damai dan lancar.

    Salah satunya adalah Duta Besar Kanada Peter MacArthur yang memuji pesta demokrasi terbesar di Indonesia.

    Baca: Penghitungan Pemilu 2019 di Bangkok, Paslon 01 Unggul 70 Persen

    "Selamat Indonesia! Partisipasi pemilih lebih tinggi dibanding 75% pada lima tahun lalu. Kanada melihat pemilu hari ini sebagai cerminan demokrasi dan menjadi inspirasi bagi dunia," kicau Peter dalam bahasa Inggris melalui akun Twitter-nya @AmbMacArthur, pada 17 April 2019.

    Dubes Jerman untuk RI Peter Schoof mengaku senang melihat rakyat Indonesia merayakan demokrasi.

    "Bangga menyaksikan pesta demokrasi tebesar ketiga di dunia dan menjadi saksi di hari yang penting," kicau Schoof.

    Kementerian Luar Negeri Denmark juga tak ketinggalan memberi selamat kepada Indonesia yang berhasil menyelenggarakan pesta demokrasi terbesar ketiga di dunia dan berjalan damai.

    Sementara Dubes Australia Gary Quinland memberi selamat, namun berbeda dengan yang lain. Dubes Gary menulis selamat dengan bahasa Indonesia di Twitter-nya.

    Menurut Gary, pemilu Indonesia adalah pemilihan nasional terbesar dan paling kompleks yang pernah diadakan di dunia dalam satu hari.

    Baca: Pemilu Indonesia Terbesar Ketiga di Dunia

    Gary juga mengatakan pemilu Indonesia bukan hanya pencapaian demokrasi di Indonesia tapi di dunia, dan warga Australia mengagumi ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.