Afrika Menunggu Peran Indonesia Memajukan Demokrasi

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dubes RI untuk Ethiopia, Al Busyra Basnur berfoto bersama tokoh-tokoh demokrasi Ethiopia dalam diskusi tentang demokrasi di Indonesia di Wisma Indonesia, Addis Ababa, Selasa, 16 April 2019. [KBRI Addis Ababa]

    Dubes RI untuk Ethiopia, Al Busyra Basnur berfoto bersama tokoh-tokoh demokrasi Ethiopia dalam diskusi tentang demokrasi di Indonesia di Wisma Indonesia, Addis Ababa, Selasa, 16 April 2019. [KBRI Addis Ababa]

    TEMPO.CO, Jakarta - Peran Indonesia dalam memajukan demokrasi ditunggu negara-negara kawasan Afrika khususnya Ethiopia. Markas besar Uni Afrika yang beranggotakan 55 negara Afrika  didirikan di Addis Ababa, ibukota Ethiopia. 

    Hal itu mengemuka dalam pertemuan dan diskusi Al Busyra Basnur, Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika dengan sejumlah tokoh penting demokrasi di Ethiopia, pada hari Selasa, 16 April 2019 di kediaman Duta Besar Al Busyra di Wisma Indonesia di Addis Ababa.

    Baca: Peringatan 20 Tahun Demokrasi di Afrika Selatan

    Dubes Busyra mengatakan, Indonesia adalah negara yang telah berhasil menjalani transisi demokrasi tanpa pertumpahan darah dan mengalami perkembangan demokrasi yang pesat sejak reformasi 1997-1998.

    Oleh karena itu, Indonesia perlu berbagi pengalaman dengan negara-negara lain terutama negara-negara yang sedang dalam transisi dan dalam proses demokrasi.

    Indonesia telah menunjukkan peran nyata dalam mendorong kemajuan demokrasi di berbagai kawasan dunia.

    Baca: Jokowi: Masa Depan Dunia Ada di Asia dan Afrika  

    Hadir dalam working lunch dengan Dubes Busyara adalah Solomon Ayele Dersso, PhD, Direktur Pendiri Amani Africa,  Hallelujah Lulie, Direktur Program Amani Africa,  Duta Besar Kasahun Dender Melese, Deputi Direktur Eksekutif Centre for Dialogue, Research and Cooperation, Dima Noggo, tokoh politik Oromo; Bitania Tadesse, Amani Afrika dan Tsion Nega Tsara dari Universitas Addis Ababa.

    Tsion Nega adalah peserta Bali Democracy Students Conference (BDSC) 2018 yang diselenggarakan bersamaan dengan Bali Democracy Forum (BDF) 2018 di Bali.

    Solomon mengatakan,  sejak terpilihnya Abiy Ahmed sebagai Perdana Menteri Ethiopia pada April 2018, demokrasi menjadi isu sentral di Ethiopia. Pemerintah Ethiopia kini memprioritaskan reformasi dan promosi demokrasi. Sejumlah langkah reformasi gencar dilakukan, seperti keterbukaan politik, penegakan hukum, kebebasan pers, dan penegakan hak asasi manusia.

    Baca: Presiden Mansour: Mesir Menuju Negara Demokrasi

    Dubes Busyra menjelaskan, perkembangan dan kemajuan demokrasi di Indonesia, termasuk Bali Democracy Forum (BDF) suatu forum tahunan tingkat menteri yang diselenggarakan Indonesia sejak 2008. Dijelaskan pula tentang peran internasional Indonesia dalam mendorong kemajuan demokrasi baik pada tingkat regional maupun internasional, termasuk penyelenggaraan BDF Chapter Tunis dan BDF Chapter Berlin.

    Dari pertemuan tersebut, disepakati akan diselenggarakan panel diskusi tentang peranan demokrasi dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat bertempat di Addis Ababa. Panel diskusi itu akan dihadiri oleh pejabat pemerintah, tokoh dan pengamat demokrasi, think thanks, pusat penelitian, akademisi dan millennials Ethiopia. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.