Dunia Berduka Katedral Notre Dame Terbakar

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap mengepul saat api membakar puncak gereja Katedral Notre Dame di Paris, Prancis, 15 April 2019. Pertama kali terlihat asap keluar dari bagian atas katedral yang dibangun pada abad pertengahan tersebut.  REUTERS/Benoit Tessier

    Asap mengepul saat api membakar puncak gereja Katedral Notre Dame di Paris, Prancis, 15 April 2019. Pertama kali terlihat asap keluar dari bagian atas katedral yang dibangun pada abad pertengahan tersebut. REUTERS/Benoit Tessier

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pemimpin dan tokoh berpengaruh dunia berduka atas kebakaran yang menerpa Katedral Notre Dame di Paris, Prancis kemarin sore.

    Sekjen PBB Antonio Guterres mengungkapkan kesedihannya yang mendalam menyaksikan foto-foto tentang kebakaran Katedral Notre Dame, sebagai contoh unik warisan dunia yang kokoh berdiri sejak abad 14.

    "Duka saya bersama warga dan pemerintah Prancis," kata Guterres seperti dikutip dari CNN.

    Baca: Detik-detik Api Melalap Katedral Notre Dame

    Vatikan menyatakan kaget dan duka atas kebakaran yang terjadi di Katedral Notre Dame.

    "Tahta Suci kaget dan sedih dengan berita tentang api yang mengerikan telah menghancurkan Katedral Notre Dame di Paris, simbol kekristenan, di Prancis dan dunia," kata Vatikan dalam pernyataannya.

    Perdana Menteri Inggris Theresa May menyatakan duka mendalam kepada warga Prancis dan petugas pemadam kebakaran yang berusaha memadamkan api di Katedral Notre Dame.

    Presiden AS Donald Trump mengatakan, Katedral Notre Dame yang terkenal telah dihantam api yang mengerikan. Trump menyesalkan kerusakan yang dialami katedral bersejarah itu.

    "Ini melampau negara-negara, melampaui segalanya. Ini bagian dari budaya kita," kata Trump.

    Baca: Katedral Notre Dame Terbakar saat Umat Katolik Masuki Pekan Suci

    Mantan ibu negara Amerika Serikat Michelle Obama menuliskan tentang keagungan Katedral Notre Dame yang sangat populer dan menjadi salah satu daya tarik kota Paris.

    "Meskipun sejarah, karya seni, dan spiritualitas dari gereja ini telah direnggut dari kita, mari kita kembali memahami diri kita dan introspeksi diri kita," kata Michelle.

    Michelle juga menyampaikan rasa simpatinya kepada seluruh penduduk dan mengajak warga Paris kembali bangkit.

    Barack Hussein Obama, presiden ke-44 Amerika Serikat juga menyampaikan  simpatinya melalui akun Twitter.

    "Notre Dame adalah salah satu warisan dunia terbesar, kami merasakan kesedihan penduduk Perancis. Saat ini kita diliputi kesedihan, bukan berarti kita tidak bisa bangkit," kata Obama.

    Kandidat presiden AS, Joe Biden berujar: "Selama berabad-abad, Notre Dame menjadi lambang perlawanan perang, revolusi, dan saksi sejarah. Ia juga menjadi simbol keyakinan dan wasiat bagi dunia. Saya percaya Notre Dame bisa dibangun kembali."

    Menteri Luar Negeri Turki, Melvut Cavusoglu mengatakan, kebakaran Notre Dame merupakan kesedihan luar biasa.

    "Kerusakan artifak bersejarah merupakan bencana bagi kemanusiaan".

    Baca: 3 Fakta Penting tentang Katedral Notre Dame

    Uskup Canterbury mengatakan dirinya berdoa untuk setiap orang di Prancis melampaui siapa saja yang menonton dan menangis. Dia mengatakan, Katedral Notre Dame tempat jutaan orang bertemu dengan Yesus Kristus.

    Ucapan duka juga datang dari beberapa pemimpin Uni Eropa dan Komisi Eropa.

    "Kami semua bersama Paris hari ini," kata Donald Tusk, Ketua Uni Eropa melalui akun Twitter.

    Presiden Perancis, Emmanuel Macron mengatakan pembangunan kembali Katedral Notre Dame di Paris segera dilakukan.

    "Notre Dame adalah sejarah kita, literatur kita, jiwa kita, tempat keberlangsungan hidup kita, perang kita, kebebasan kita.
    Kini Notre-Dame hangus. Saya tahu kesedihan yang meliputi kita semua, tapi saya ingin memberikan harapan baru. Mari kita berbangga, karena bangunan ini dibangun 800 tahun lalu, saya yakin kita bisa membangunnya kembali. "

    CNN | THE SUN | THE TELEGRAPH | PANJI MOULANA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.