Pertama Kali, Pesawat Terbesar di Dunia Mengudara

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat terbesar di dunia, yang dibangun oleh perusahaan Paul Allen, Stratolaunch Systems, melakukan uji terbang pertamanya di Mojave, California, AS, 13 April 2019. [REUTERS / Gene Blevins]

    Pesawat terbesar di dunia, yang dibangun oleh perusahaan Paul Allen, Stratolaunch Systems, melakukan uji terbang pertamanya di Mojave, California, AS, 13 April 2019. [REUTERS / Gene Blevins]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat terbesar di dunia untuk pertama kali lepas landas di Gurun Mojave di California, Amerika Serikat pada hari Sabtu.

    Ini adalah penerbangan pertama untuk pesawat komposit karbon yang dibangun oleh Stratolaunch Systems Corp, dimulai oleh co-founder Microsoft Paul Allen, ketika perusahaan memasuki pasar luar angkasa swasta.

    Dikutip dari Reuters 14 April 2019, pesawat putih bernama Roc, yang memiliki lebar sayap sepanjang lapangan sepak bola Amerika dan tenaga dari enam mesin di atas pesawat kembar, naik ke udara sesaat sebelum jam 7 pagi waktu setempat.

    Baca: Pria ini Terkejut Jadi Satu-satunya Penumpang Pesawat

    Pesawat mengudara selama lebih dari dua jam sebelum mendarat dengan selamat kembali di Mojave Air and Space Port saat ratusan orang bersorak.

    "Penerbangan pertama yang fantastis," kata Chief Executive Officer Stratolaunch Jean Floyd.

    "Penerbangan hari ini lebih jauh dari misi kami untuk memberikan alternatif yang fleksibel untuk sistem peluncuran darat," kata Floyd.

    "Kami sangat bangga dengan tim Stratolaunch, kru penerbangan hari ini, mitra kami di Northrup Grumman's Scaled Composites dan Mojave Air and Space Port."

    Roc Stratolaunch, pesawat terbesar di dunia.[CNN]

    Pesawat ini dirancang untuk menjatuhkan roket dan kendaraan luar angkasa lainnya dengan berat hingga 226.796 pada ketinggian 35.000 kaki (10.668 meter) dan telah diklaim oleh perusahaan sebagai pembawa satelit paling mudah, semudah memesan tiket pesawat.

    Pilot uji coba Evan Thomas menerbangkan jet pada kecepatan sekitar 278 km/jam, setinggi 15.000 kaki (4.572) sebelum kembali ke landasan dengan lancar dan aman, setelah penerbangan hampir dua setengah jam.

    "Sebagian besar, pesawat terbang seperti yang diperkirakan," kata Thomas, mantan pilot pesawat tempur F-16, dikutip dari CNN.

    "Secara keseluruhan sangat fantastis. Jujur saya tidak bisa berharap lebih pada penerbangan pertama, terutama pesawat dengan kompleksitas dan keunikan ini."

    Allen, yang ikut mendirikan Microsoft dengan Bill Gates pada tahun 1975, mengumumkan pada tahun 2011 bahwa ia telah membentuk Stratolaunch yang didanai secara pribadi.

    Perusahaan ini berupaya untuk menerima permintaan yang lebih tinggi di tahun-tahun mendatang untuk kapal yang dapat menempatkan satelit di orbit, bersaing di Amerika Serikat dengan pengusaha luar angkasa dan pendukung industri lainnya seperti Spaceon Elon Musk dan United Launch Alliance, kemitraan antara Boeing dan Lockheed Martin .

    Pesawat Roc Stratolaunch memiliki 28 roda.[CNN]

    Stratolaunch mengatakan akan meluncurkan roket pertamanya dari Roc pada tahun 2020.

    Namun sayangnya Allen meninggal pada Oktober 2018 ketika menderita limfoma non-Hodgkins, hanya beberapa bulan setelah pengembangan pesawat itu diluncurkan.

    Baca: Boeing Akan Pasang Sofware Baru di Pesawat 737 MAX

    "Kita semua tahu Paul akan bangga menyaksikan pencapaian bersejarah hari ini," kata Jody Allen, Ketua Vulcan Inc dan wali dari yayasan Paul G. Allen Trust.

    "Pesawat ini adalah pencapaian teknik yang luar biasa dan kami mengucapkan selamat kepada semua orang yang terlibat," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.