Anggota Parlemen Inggris Menolak Ekstradisi Julian Assange ke AS

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Julian Assange terlihat di sebuah mobil polisi, setelah dia ditangkap oleh polisi Inggris, di London, 11 April 2019. [REUTERS / Henry Nicholls]

    Julian Assange terlihat di sebuah mobil polisi, setelah dia ditangkap oleh polisi Inggris, di London, 11 April 2019. [REUTERS / Henry Nicholls]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 70 anggota parlemen Inggris menandatangani surat yang meminta pemerintah menjamin Julian Assange diekstradisi ke Swedia, bukan ke AS.

    Anggota parlemen dari Partai Buruh Stella Creasy mengunggah surat ke Twitter, yang aslinya telah dikirim ke Menteri Dalam Negeri Sajid Javid.

    Baca: Julian Assange Teriak ini Saat Diseret Tujuh Polisi Inggris

    "Kami menulis untuk meminta Anda melakukan semua yang Anda bisa untuk memperjuangkan tindakan yang akan memastikan Julian Assange dapat diekstradisi ke Swedia jika Swedia membuat permintaan ekstradisi," kata Setella, dikutip dari Sky News, 13 April 2019.

    "Ini akan jadi penyelidikan formal ke tuduhan pemerkosaan dapat disimpulkan dan, jika sesuai, tuduhan dapat dibuat dan persidangan dapat dilakukan."

    "Kami tidak menganggap (Assange) bersalah, tentu saja, tetapi kami percaya proses yang adil harus diikuti dan pelapor harus melihat bahwa keadilan diterapkan.

    Julian Assange, warga Australia berusia 47 tahun, menghadapi tuduhan pemerkosaan di Swedia, tetapi kasus ini akan berakhir Agustus mendatang.

    Pendiri situs WikiLeaks itu juga menghadapi ekstradisi ke AS dengan tuduhan berkonspirasi untuk meretas komputer pemerintah dengan mantan analis intelijen militer AS Chelsea Manning.

    Assange ditangkap pada hari Kamis di kedutaan Ekuador di London, di mana ia mendapat perlindungan diplomatik sejak Juni 2012.

    Dia dipindahkan dari kedutaan setelah pemerintah Ekuador menarik suaka, karena menuduhnya ikut campur dalam urusan internasional dan tidak sopan kepada staf kedutaan.

    Baca: Pendiri WikiLeaks Julian Assange, Orang Paling Diburu AS

    Meskipun anggota partainya sendiri menyerukan ekstradisi Assange, pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn telah meminta pemerintah untuk memblokir langkah itu.

    "Ekstradisi Julian Assange ke AS karena mengungkap bukti kekejaman di Irak dan Afganistan harus ditentang oleh pemerintah Inggris."

    Corbyn merujuk pada publikasi WikiLeaks atas ratusan ribu laporan militer rahasia AS dan komunikasi diplomatik pada tahun 2010.

    Satu video yang dirilis menunjukkan helikopter militer Amerika menembaki dan membunuh warga sipil di Irak pada 2007.

    Diane Abbott, juru bicara Partai Buruh untuk urusan domestik, mengatakan ekstradisi Assange harus diblokir dengan alasan hak asasi manusia.

    Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, ditangkap di London, 11 April 2019.[Sky News]

    Julian Assange pertama kali mencari suaka politik di kedutaan Ekuador pada 2012 setelah gagal dalam upaya hukumnya melawan ekstradisi awalnya ke Swedia.

    Pada Mei 2017, jaksa Swedia menanyai klaim pemerkosaan kepada Assange, klaim yang selalu disangkal Assange.

    Baca: 8 Fakta Penangkapan Pendiri WikiLeaks Julian Assange

    Penangkapannya pada hari Kamis telah mendorong pengacara korban yang menuduhnya melakukan pemerkosaan untuk meminta kasus itu dibuka kembali.

    Jaksa Swedia telah mengkonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki kasus pelecehan seksual Julian Assange, tetapi belum membukanya kembali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.