Julian Assange Bawa Buku Saat Ditangkap, Apa Isinya?

Julian Assange dibawa paksa dari kedutaan Ekuador.[Ruptly/Russia Today]

TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri WikiLeaks Julian Assange terlihat membawa buku saat ditangkap dan membaca pada saat disidang di pengadilan Inggris.

Dikutip dari Russia Today, 12 April 2019, dalam tangkapan kamera video Ruptly terlihat Julian Assange memegang buku Gore Vidal berjudul The History of the National Security State, ketika diseret tujuh orang polisi.

Kemudian saat dia duduk di Pengadilan Magistrat Westminster, Assange terlihat duduk tenang sambil membaca buku sebelum dinyatakan bersalah melanggar syarat jaminan penahanan.

Baca: Detik-detik Pendiri WikiLeaks Julian Assange Diseret dari Kedubes

Melalui kumpulan wawancara dengan Vidal, buku ini mencakup tema-tema yang disukai Julian Assange dan WikiLeaks, menelusuri peristiwa-peristiwa bersejarah yang memunculkan kompleks militer-industri-keamanan, serta perluasan kekuatan eksekutif yang mengarah pada apa yang penulis sebut "Presiden Kekaisaran."

"Orang-orang tidak memiliki suara karena mereka tidak memiliki informasi," tulis Vidal dalam buku itu.

Mantan agen MI5 Annie Machon memuji Assange karena mencoba melakukan sesuatu tentang ini.

Baca: Julian Assange Teriak ini Saat Diseret Tujuh Polisi Inggris

"Kami telah berkali-kali melihat betapa mudahnya media arus utama dikontrol dan dimanipulasi dari balik layar oleh badan intelijen dan pemerintah," kata Machon. "Dan itulah model yang coba dijatuhkan oleh Julian Assange. Dan dia melakukannya dengan berani dan dia tahu benar apa yang dia hadapi."

Assange mulai menerbitkan materi rahasia, beberapa merinci dugaan kejahatan perang di Irak dan Afganistan selama pemerintahan George W. Bush, dan menghindari peradilan AS di bawah era Barack Obama.

Julian Assange memegang buku Gore Vidal berjudul The History of the National Security State.[Daily Express]

Dalam bukunya, Vidal menumpahkan cemoohan pada kedua belah pihak karena bekerja bersama untuk meningkatkan "keamanan tanah air" pada tahun-tahun setelah serangan teroris 9/11.

"Sekarang kami memiliki sistem diktator, sebagaimana dipersonifikasikan dengan paling baik oleh Undang-Undang Patriot AS, yang hanya menghilangkan kami dari Bill of Rights kami," kata Vidal.

"Ini adalah hal paling serius yang telah terjadi dalam sejarah Amerika Serikat, dan bagaimana kita bisa keluar dari prasangka."

Baca: Julian Assange Ditahan, Trump Pura-pura Tak Tahu Soal WikiLeaks

"Saya lahir delapan puluh tahun yang lalu di sebuah negara bernama Amerika Serikat dan sekarang saya tinggal di Tanah Air, sebuah ekspresi yang belum pernah kita dengar sejak Hitler," tambah novelis dan penulis esai itu.

Buku dalam penangkapan dramatis Assange tampaknya telah menarik minat intelektual pembangkang tersebut.

Pencarian untuk Gore Vidal melonjak di seluruh dunia setelah pendiri WikiLeaks diseret oleh polisi.

Vidal meninggal pada Juli 2012, sebulan setelah Assange memasuki kedutaan Ekuador di London. Karyanya tetap relevan seperti biasa sementara tujuh tahun kemudian Assange menunggu kemungkinan hukuman penjara satu tahun di Inggris dan kemungkinan ekstradisi ke AS.

Baca: Pendiri WikiLeaks Julian Assange, Orang Paling Diburu AS

Berbicara melalui pengacaranya dari sel penjara, Julian Assange muncul untuk memberi tahu pendukungnya pada hari Kamis bahwa penangkapannya tidak terhindarkan pada era negara keamanan nasional berkuasa.

"Sudah kubilang," kata Julian Assange dari balik jeruji.






Berikan Bocoran Data Terbesar untuk WikiLeaks, Mantan Teknisi CIA Divonis

14 Juli 2022

Berikan Bocoran Data Terbesar untuk WikiLeaks, Mantan Teknisi CIA Divonis

Joshua Schulte, yang dituduh menyerahkan rim data rahasia CIA ke WikiLeaks pada 2016, dinyatakan bersalah oleh juri di pengadilan federal Manhattan


Mantan Teknisi CIA Didakwa Berikan Data ke WikiLeaks

14 Juli 2022

Mantan Teknisi CIA Didakwa Berikan Data ke WikiLeaks

Joshua Schulte didakwa telah membocorkan data rahasia di CIA ke WikiLeaks karena dia punya permasalahan dengan manajemen CIA.


Perdana Menteri Australia Beri Dukungan Agar Julian Assange Bebas

20 Juni 2022

Perdana Menteri Australia Beri Dukungan Agar Julian Assange Bebas

Perdana Menteri Asutralia yang baru melihat bahkan tidak ada alasan bagi Julian Assange ditahan di Inggris.


Inggris Beri Lampu Hijau Ekstradisi Julian Assange ke Amerika

18 Juni 2022

Inggris Beri Lampu Hijau Ekstradisi Julian Assange ke Amerika

Inggris tidak melihat mengekstradisi Julian Assange sebagai hal yang akan melanggar hak-haknya.


Pengadilan Spanyol Panggil Eks Menlu AS atas Rencana Pembunuhan Julian Assange

6 Juni 2022

Pengadilan Spanyol Panggil Eks Menlu AS atas Rencana Pembunuhan Julian Assange

Mantan Menteri Luar Negeri AS era Presiden Donald Trump, Mike Pompeo, dipanggil oleh pengadilan Spanyol untuk menjelaskan dugaan rencana pembunuhan pendiri WikiLeaks Julian Assange.


Pendiri WikiLeaks Julian Assange Akan Menikahi Tunangannya di Penjara

23 Maret 2022

Pendiri WikiLeaks Julian Assange Akan Menikahi Tunangannya di Penjara

Pendiri WikiLeaks Julian Assange dan tunangannya, Stella Moris, menikah pada Rabu 23 Maret 2022 di penjara London.


MA Inggris Tolak Permohonan Kasasi Julian Assange Soal Ekstradisi

15 Maret 2022

MA Inggris Tolak Permohonan Kasasi Julian Assange Soal Ekstradisi

Pendiri WikiLeaks Julian Assange tidak diizinkan mengajukan kasasi ke MA Inggris agar tidak diekstradisi ke Amerika Serikat


Lelang NFT Pendiri WikiLeaks Hasilkan Rp746 Miliar, untuk Melawan Pemerintah AS

10 Februari 2022

Lelang NFT Pendiri WikiLeaks Hasilkan Rp746 Miliar, untuk Melawan Pemerintah AS

Lelang online seni digital untuk membantu mendanai pembelaan hukum pendiri WikiLeaks, mengumpulkan lebih dari Rp746 miliar.


Pendiri Wikileaks Julian Assange Luncurkan Seri NFT Censored

4 Februari 2022

Pendiri Wikileaks Julian Assange Luncurkan Seri NFT Censored

Pendiri Wikileaks Julian Assange berkolaborasi dengan artis kripto Pak untuk proyek NFT yang diberi nama Censored.


Pendiri WikiLeaks Bisa Bawa Kasusnya ke MA untuk Hindari Ekstradisi ke AS

25 Januari 2022

Pendiri WikiLeaks Bisa Bawa Kasusnya ke MA untuk Hindari Ekstradisi ke AS

Pendiri WikiLeaks Julian Assange mendapat kesempatan maju ke MA Inggris untuk menentang ekstradisi ke AS dan menghadapi 18 tuntutan