Julian Assange Teriak ini Saat Diseret Tujuh Polisi Inggris

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, ditangkap di London, 11 April 2019.[Sky News]

    Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, ditangkap di London, 11 April 2019.[Sky News]

    TEMPO.CO, Jakarta - Detik-detik penangkapan dramatis pendiri WikiLeaks Julian Assange terekam kamera, dan tampak berteriak saat diseret keluar oleh polisi Inggris dari Kedubes Ekuador.

    Menurut laporan Russia Today, 12 April 2019, rekaman yang diperoleh eksklusif oleh Ruptly menunjukkan Julian Assange yang berjenggot panjang dan dibawa oleh tujuh orang.

    "Inggris harus menolak!" terdengar teriakan Julian Assange ketika dipaksa masuk ke mobil polisi.

    Baca: Detik-detik Pendiri WikiLeaks Julian Assange Diseret dari Kedubes

    Ketika diseret, terlihat Assange memegang buku intelektual Amerika, Gore Vidal, berjudul The History of The National Security State, yang berisi kritik penulis terhadap aparat keamanan AS.

    Sang whistleblower itu telah tinggal di kedutaan Ekuador selama tujuh tahun terakhir sebagai pengungsi politik, namun suakanya dicabut oleh Ekuador sehari sebelum penangkapan.

    Baca: 8 Fakta Penangkapan Pendiri WikiLeaks Julian Assange

    Julian Assange adalah sosok yang paling dicari oleh pemerintah Amerika Serikat. New York Times melaporkan pada 20 April 2017, Departemen Kehakiman AS akan berupaya untuk menuntut Julian Assange karena mengungkapkan informasi rahasia pemerintah AS, yang bisa mengancam keamanan nasional dan hubungan diplomatik.

    Dikutip dari Reuters, pengacara Julian Assange, Jennifer Robinson mengatakan penangkapan pendiri WikiLeaks itu memicu "preseden berbahaya" bagi media, karena menandakan setiap jurnalis dapat diekstradisi untuk dituntut di Amerika Serikat karena telah menerbitkan informasi yang benar tentang Amerika Serikat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.