Julian Assange Ditangkap, Bagaimana Nasib Kucing Kesayangannya?

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Julian Assange dan kucingnya.[mercurynews.com]

    Julian Assange dan kucingnya.[mercurynews.com]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri WikiLeaks Julian Assange memiliki banyak rahasia ketika bersembunyi di Kedubes Ekuador, namun satu yang menyita publik adalah kucing kesayangannya.

    Kucing Assange hanya satu-satunya makhluk yang menemaninya selama hidup menyendiri dan terisolasi sebagai pengungsi politik.

    Baca: Pendiri WikiLeaks Julian Assange Ditangkap

    Kembali pada masa lampau. Pendiri WikiLeaks mendapat kucing menggemaskan pada tahun 2016 untuk membantu menghabiskan waktu sementara ia bersembunyi di kedutaan Ekuador di London, di mana ia berada di sana sejak 2012, seperti dikutip dari CNN, 12 April 2019.

    Assange dan si kucing berpose dalam foto-foto di Twitter dan Instagram dengan akun @EmbassyCat.

    Baca: Pengacara Takut Julian Assange Disiksa Jika Diekstradisi ke AS

    Namun, belum ada foto baru yang diunggah sejak 2017, dan tidak jelas di mana kucing tinggal sekarang.

    Kucing Julian Assange duduk di jendela kedutaan Ekuador ketika jaksa penuntut Ingrid Isgren dari Swedia mewawancarai Assange di London, 14 November 2016. [REUTERS / Peter Nicholls]

    Pada tahun 2018, Assange diberitahu bahwa dia harus mematuhi peraturan baru yang diberlakukan oleh kedutaan Ekuador, termasuk membayar dan merawat kucingnya.

    Assange dilaporkan membebaskan kucing itu dari isolasi untuk memberinya kehidupan yang lebih sehat, menurut surat kabar Italia La Repubblica.

    Baca: 8 Fakta Penangkapan Pendiri WikiLeaks Julian Assange

    Penulis James Ball mengatakan dia menawarkan diri untuk merawat kucingnya. James Ball adalah seorang karyawan awal WikiLeaks yang membelot setelah tiga bulan di organisasi, mengatakan di Twitter bahwa kedutaan memberikan kucing itu ke tempat penampungan dan dia ingin mengadopsinya, meskipun tampaknya Assange tidak bersedia.

    "Sebagai catatan: kucing Julian Assange dilaporkan diberikan ke tempat penampungan oleh kedutaan Ekuador bertahun-tahun yang lalu, jadi jangan berharap ekstradisi kucing dalam beberapa jam ke depan.(Saya benar-benar menawarkan diri untuk mengadopsinya)," Ball menulis di Twitter.

     
     
     
    View this post on Instagram
     
     

    Just another meow-nic Monday!

    A post shared by Embassy Cat (@embassycat) on

    Menurut laporan The Independent, kucingnya dinamai dengan nama-nama terkenal, tetapi kadang-kadang dipanggil dengan "James" atau "Cat-stro", nama yang diambil setelah kematian pemimpin Kuba Fidel Castro pada tahun 2016.

    Akun Twitter dan Instagram Embassy Cat , masing-masing dengan 31.000 dan 5.000 pengikut, tampaknya menjadi teman Assange paling ia percaya dalam aktivitas kontra-pengawasannya ketika sembunyi selama tujuh tahun.

    Jadi ketika polisi menyerbu kedutaan Ekuador, menangkap Assange dan membawanya ke tahanan setelah pengadilan federal AS  mendakwanya atas tuduhan konspirasi, banyak yang khawatir tentang nasib kucing itu.

    Baca: Pendiri WikiLeaks Julian Assange, Orang Paling Diburu AS

    Sputnik News melaporkan, pihaknya menghubungi kedutaan Ekuador tentang nasib kucing itu dan seorang juru bicara mengatakan bahwa kucing itu telah keluar selama berbulan-bulan.

    "Saya kira tidak ada di sini sejak September," kata pejabat itu kepada Sputnik.

    "Sudah diambil oleh rekan-rekan Tuan Assange dulu ... Tidak ada di sini. Kami bukan toko hewan peliharaan, jadi kami tidak memelihara hewan peliharaan di sini."

    Tetapi orang yang paling dekat dengan Assange, yakni anggota tim hukumnya mengatakan, Julian Assange memberikan kucing itu kepada anggota keluarganya setelah kedutaan Ekuador mengancam untuk membawa hewan peliharaan itu ke tempat penampungan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.