Bayi di Jepang Diberi Nama Berunsur Reiwa, Mengapa?

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang anak bayi terlihat menangis saat di gendong dua pesumo. Sebuah tradisi unik di jepang yaitu upacara membuat bayi menangis, orang tua di Jepang percaya dengan membuat bayi menangis oleh sumo maka bayi akan lebih sehat, kuil Sensoji di Tokyo 26 April 2014. TOSHIFUMI KITAMURA/AFP/Getty Images.

    Dua orang anak bayi terlihat menangis saat di gendong dua pesumo. Sebuah tradisi unik di jepang yaitu upacara membuat bayi menangis, orang tua di Jepang percaya dengan membuat bayi menangis oleh sumo maka bayi akan lebih sehat, kuil Sensoji di Tokyo 26 April 2014. TOSHIFUMI KITAMURA/AFP/Getty Images.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menyambut era kekaisaran Jepang yang baru,  antusiasme masyarakat meningkat, salah satunya dengan menamai calon buah hati mereka dengan unsur Reiwa.

    Hal ini bisa dilihat dari web calon nama bayi yang dikelola Staffing Co ltd, menunjukkan pembaca sedang mencari nama dengan unsur Rei dan Wa sejak diumumkan pada 1 April lalu.

    Baca:  Kekaisaran Jepang Krisis Pewaris Takhta Laki-laki

    Minggu lalu, pemerintah mengumumkan makna Reiwa sebagai era yang harmonis, sehingga nama tersebut bisa digunakan bagi bayi perempuan maupun laki-laki.

    Dari kelima nama tersebut, jauh sebelum Reiwa diumumkan, nama Hiyori, yang memiliki partikel kanji Wa, menjadi nama terpopuler kelima bagi bayi perempuan Jepang.

    Baca: Masuki Era Reiwa, Jepang Desain Ulang 3 Uang Kertas Yen

    Pada tanggal 7 April lalu, nama Reiwa melesat ke puncak sebagai kandidat nama bayi laki-laki. Menurut juru bicara pengelola web tersebut, nama Rei tidak sesensasional ini.

    Secara perlahan, nama Reiwa akan populer seiring dengan sejumlah kelahiran bayi-bayi yang akan menyambut era Reiwa mendatang.

    JAPAN TODAY | PANJI MOULANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.