Ekuador Usir Julian Assange Lantaran Jorok dan Tak Beretika

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri WikiLeaks, Julian Assange. REUTERS/John Stillwell

    Pendiri WikiLeaks, Julian Assange. REUTERS/John Stillwell

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Ekuador membuat pernyataan mengejutkan bahwa perilaku pendiri WikiLeaks, Julian Assange yang jorok dan tidak beretika jadi alasan tidak mengabulkan permohonan suaka dan kemudian dikeluarkan dari gedung kedutaan di London, Inggris.

    "Kesabaran Ekuador telah mencapai batas terhadap perilaku tuan Assange," kata Presiden Ekuador Lenin Moreno dalam pernyataannya, Kamis, 11 April 2019 seperti dikutip dari New York Post.com.

    Baca: Pendiri WikiLeaks Julian Assange Ditangkap

    Di masa pemerintahan presiden Rafael Correa perilaku jorok Assange masih ditoleransi. 

    "Mereka mentoleransi segala sesuatu seperti Assange menaruh kotorannya di dinding kedutaan dan perilaku lain yang jauh dari rasa hormat yang dimiliki oleh seorang tamu," kata Maria Paula Romo, Menteri Dalam Negeri Ekuador.

    Assange ditangkap dan ditahan oleh aparat kepolisian London dari kedutaan besar Ekuador kemarin. Kepolisian London menjelaskan, Duta Besar Ekuador mengundang mereka menyusul suaka Assange dicabut dan kemudian warga Australia itu ditangkap.

    Baca: Pendiri WikiLeaks Julian Assange, Orang Paling Diburu AS

    Perilaku jorok Assange itu di antaranya mengoles kotorannya di dinding gedung kedutaan. Perilaku agresif dan tidak sopan dan memberlakukan dengan buruk para penjaga kedutaan.

    Januari lalu, International Business Times melaporkan Assange pernah terlihat tidak membersihkan tangannya sehabis makan dan tidak mengganti pakaian beberapa hari lamanya.

    "Julian makan dengan tangannya dan dia selalu menyeka tangannya ke celananya. Saya belum pernah melihat celana berminyak seperti miliknya sepanjang hidup saya," kata Daniel Domscheit-Berg dalam bukunya yang mengungkap tentang WikiLeaks.

    Baca: Detik-detik Pendiri WikiLeaks Julian Assange Diseret dari Kedubes

    "Bau badannya seperti tidak mandi beberapa hari," kata Bill Keeler, mantan editor eksekutif The New York Times dalam satu pertemuan tahun 2011.

    Julian Assange juga dituding memata-matai pemerintah Ekuador dan memasang peralatan interferensi elektronik dan memblok kamera keamanan kedutaan Ekuador di London.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.