Pendiri WikiLeaks Julian Assange Ditangkap

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Julian Assange. PA

    Julian Assange. PA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri WikiLeaks Julian Assange ditahan oleh kepolisian Inggris dari Kedutaan Besar Ekuador setelah tinggal di Kedubes sejak 2012.

    "Julian Assange, 47 tahun, hari ini Kamis 11 April, telah ditahan oleh petugas Metropolitan Police Service dari kedutaan besar Ekuador," kata kepolisian seperti dikutip dari Reuters, 11 April 2019.

    Kepolisian mengatakan mereka menangkap Assange setelah diundang ke kedutaan oleh Duta Besar, menyusul pencabutan suaka oleh pemerintah Ekuador.

    Baca: Assange Bakal Diusir dari Kedubes Ekuador?

    Dilaporkan CNN, Polisi Metropolitan mengatakan petugasnya pergi ke kedutaan, tempat Assange telah tinggal selama tujuh tahun terakhir, untuk menahannya karena tidak hadir di pengadilan atas surat perintah yang dikeluarkan pada 2012. Dia telah ditahan di kantor polisi pusat London, kata polisi.

    Whistleblower Australia itu telah bersembunyi di kedutaan, beberapa meter dari department store Harrods di Knightsbridge sejak 2012, ketika ia diberikan suaka sebagai bagian dari upaya untuk menghindari ekstradisi ke Swedia, di mana ia menghadapi tuduhan serangan seksual.

    Polisi berjaga di luar kantor kedutaan besar Ekuador di London, Inggris (20/6). Pendiri WikiLeaks Julian Assange dikabarkan meminta suaka kepada Ekuador. REUTERS/Paul Hackett

    Dikutip dari New York Times, Departemen Kehakiman Amerika Serikat telah mengajukan tuntutan pidana terhadap Assange, terkait dengan penerbitan dokumen rahasia pada bulan November.

    Baca: WikiLeaks: Julian Assange Jadi Warga Negara Ekuador

    Assange juga dicurigai membantu campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden 2016 dengan melepaskan bahan-bahan yang dicuri dari komputer kampanye Clinton dan Partai Demokrat.

    Pada bulan Juli, Departemen Kehakiman menuntut 12 perwira intelijen Rusia karena meretas komputer-komputer itu, dan dakwaan menyatakan bahwa setidaknya satu dari mereka berhubungan dengan WikiLeaks.

    Baca: Ekuador Minta Julian Assange Keluar dari Kedutaannya di London

    Kasusnya di Swedia telah dibatalkan, tetapi Assange takut ekstradisi AS karena karyanya dengan WikiLeaks dan tetap di kedutaan. Julian Assange berulang kali membantah melakukan kesalahan.

    Polisi mengatakan Julian Assange akan dihadirkan di Pengadilan Westminster London secepatnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.