Gedung Central World Bangkok Terbakar, 2 Orang Tewas

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Central World Bangkok Terbakar, 2 Orang Tewas. [CHANNEL NEWS ASIA]

    Gedung Central World Bangkok Terbakar, 2 Orang Tewas. [CHANNEL NEWS ASIA]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebakaran hebat melanda gedung Central World Bangkok di Thailand kemarin sore, 10 April 2019, menewaskan dua pengunjung dan 16 lainnya luka-luka. Peristiwa ini terjadi tiga hari menjelang festival Songkran yang terkenal bagi para turis asing. 

    Foto-foto yang beredar di sosial media menunjukkan kepulan asap yang pekat saat proses evakuasi berlangsung.

    Baca: Asrama Wanita di Thailand Terbakar, 17 Siswi Tewas  

    "Satu korban meninggal di lokasi kejadian dan korban berikutnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit," ujar Erawan, juru bicara Rumah Sakit seperti dilansir dari Channel New Asia, 11 April 2019.

    Menurut juru bicara Kepolisian Bangkok, Krissana Pattanacharoen, Korban kedua meninggal akibat terjatuh saat evakuasi. 

    Gubernur Bangkok, Aswin Kwanmuang mengatakan kepada wartawan bahwa lokasi kebakaran akan ditutup hingga aman."Kami harus merinci dampaknya dan menyerahkannya kepada kepolisian untuk diinvestigasi."

    Menurut pemberitaan media lokal, kepala kepolisian Bangkok mengatakan api berasal dari ruang penyimpanan dokumen di lantai 8 hotel. 

    Baca: Miliarder Muda Tantang Junta Militer pada Pemilu Thailand
    Para pengunjung hotel berhamburan keluar menuju tempat parkir  untuk menyelamatkan diri. Api dapat dikendalikan pagi ini. 

    Gedung Central World yang berlokasi di perempatan pusat bisnis kota Bangkok merupakan salah satu gedung yang pernah dibakar dalam aksi protes anti-pemerintah Thailand tahun 2010. Kawasan ini juga populer bagi wisatawan yang ingin berbelanja. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.