AS Larang Masuk 16 Warga Saudi Terduga Pembunuh Jamal Khashoggi

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 15 anggota tim pembunuh jurnalis kawakan Arab Saudi, Jamal Khashoggi.[DAILY SABAH]

    15 anggota tim pembunuh jurnalis kawakan Arab Saudi, Jamal Khashoggi.[DAILY SABAH]

    TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat telah melarang masuk 16 orang warga Arab Saudi yang diduga kuat memiliki peran dalam pembunuhan Jamal Khashoggi.

    Kementerian Luar Negeri AS mengatakan 16 nama itu dicantumkan dalam daftar larangan masuk berdasarkan informasi yang dapat dipercaya dari para pejabat di Kementerian Luar Negeri, Operasi di Luar Negeri dan UU Alokasi Program Terkait, seperti dikutip dari DAWN, 9 April 2019.

    Baca: Anak Jamal Khashoggi Sebut Belum Ada Kesepakatan Uang Kompensasi

    AS juga telah mencabut visa dari sedikitnya 24 pejabat Arab Saudi dan membekukan aset dari 17 warga Saudi.

    Senat AS setelah mendapat penjelasan dari Badan Intelijen AS, CIA telah menyatakan bahwa putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman bertanggung jawab atas pembunuhan Jamal Kashoggi. Namun begitu, presiden Donald Trump menolak bersikap atas kasus ini. Trump memberi alasan bahwa Riyadh sebagai importer besar peralatan militer AS dan sekutu AS menghadapi Iran.

    Baca: Anak Jamal Khashoggi Dapat Uang Bungkam Rp 993 M dari Arab Saudi

    he New York Times pada Maret lalu melaporkan tentang Pangeran Mohammed bin Salman menyetujui kampanya rahasia untuk membungkam para pembangkang setahun sebelum pembunuhan Jamal Khashoggi, penulis kolom di Washington Post dan mengantongi kewarganegaraan AS.

     Jurnalis dan kolumnis Jamal Khashoggi menghilang setelah memasuki Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018. Arab Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas dibunuh namun jasadnya belum diketemukan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.