5 Hal Penting Soal Korps Garda Revolusi Iran

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Garda Revolusi Iran menjaga pesawat mata-mata tanpa awak RQ 170 milik Amerika Serikat yang jatuh di Iran (8/12). Iran menyatakan bahwa mereka berhasil menembak pesawat tersebut di Iran Timur. REUTERS/Sepah News.ir

    Anggota Garda Revolusi Iran menjaga pesawat mata-mata tanpa awak RQ 170 milik Amerika Serikat yang jatuh di Iran (8/12). Iran menyatakan bahwa mereka berhasil menembak pesawat tersebut di Iran Timur. REUTERS/Sepah News.ir

    TEMPO.CO, Teheran -- Nama pasukan elit Iran yaitu Korps Garda Revolusi Iran muncul ke permukaan pada awal pekan ini setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebutnya sebagai organisasi teroris.

    Baca:

    Trump Sebut Korps Garda Revolusi Iran sebagai Organisasi Teroris

    Iran Balas Sebut Amerika sebagai Sponsor Terorisme

     

    Ini adalah perkembangan terbaru konflik antara Amerika Serikat dan Iran dan menandai sikap Trump yang semakin keras terhadap negeri mullah itu. Sebelum ini, Trump telah menyatakan keluar dari perjanjian nuklir Iran dan mengenakan lagi sejumlah sanksi ekonomi dan politik terhadap Teheran.

    “Langkah ini terkait realita bahwa Iran bukan hanya negara yang mensponsori terorisme tapi IRGC berpartisipasi secara aktif, membiayai, dan mempromosikan terorisme sebagai alat negara,” kata Trump seperti dilansir CNN pada Senin, 8 April 2019.

    Iran membalas dengan menyebut AS sebagai negara sponsor terorisme. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran juga menyebut pasukan Komando Sentral AS di Timur Tengah sebagai organisasi teroris.

    “Republik Islam Iran menyatakan sikap reprositas terhadap tindakan AS yang melanggar hukum dan tidak masuk akal hari ini,” begitu pernyataan Dewan Keamanan seperti dilansir CNN dengan mengutip kantor berita Iran IRNA pada Senin, 8 April 2019.

    Baca: 

    Dewan Keamanan Nasional melanjutkan,”Mempertimbangkan AS sebagai pemerintahan sponsor teroris dan Komando Sentral AS atau CENTCOM dan semua pasukan afiliasinya sebagai organisasi teroris.”

    Berikut ini sejumlah hal mengenai IRGC atau Korps Garda Revolusi Islam Iran seperti dilansir media DW:

    1. Revolusi Islam Iran

    IRGC dibentuk menjelang akhir Revolusi Islam Iran pada 1979 sebagai milisi elit bersenjata, yang bertugas melindungi embrio rezim ulama Syiah di Iran. Rezim ini menggantikan rezim Shah Iran, yang berhaluan Barat.

    Unit ini dibentuk sebagai penyeimbang atas pasukan militer konvensional Iran, yang banyak pemimpinnya diyakini mendukung atau bersimpati terhadap Shah Iran yang menjadi ekxil.

    Baca:

    1. Invasi Saddam Hussein

    IRGC awalnya dibentuk sebagai kekuatan keamanan domestik. Namun, perannya berkembang pesat setelah Presiden Irak, Saddam Hussein, memerintahkan pasukannya menginvasi Iran pada 1980an. Perang kedua negara berlangsung selama sekitar delapan tahun. Saat itu, Ayatullah Khamenei memberikan kewenangan pembentukan pasukan darat, laut dan udara kepada IRGC.

    1. Kewenangan Luas

    Sejak saat itu, kewenangan IRGC berkembang pesat dan menjadi semacam kekuatan negara di dalam negara. Di negara yang bukan penganut otoriterianisme, kekuatan semacam ini sering disebut sebagai “deep state”.

    Baca:

    1. Setia pada Ayatullah

    Pasukan IRGC ini memiliki kewenangan yang diatur di dalam konstitusi Iran. Unit ini juga hanya menjalankan perintah dari Ayatullah Ali Khamenei. Ini membuatnya memiliki kekuasaan sangat besar hingga mencakup bidang politik, ekonomi, hukum dan kekuasaan keagamaan.

    1. Program Rudal Balistik

    Korps Garda Revolusi Iran menjalankan program pengembangan rudal balistik Iran, yang saat ini diklaim mampu menjangkau target hingga 2000 kilometer untuk mengenai sasaran di Israel dan markas AS di kawasan Timur Tengah. Pada 2016, korps ini meluncurkan rudal balistik pertama dengan tulisan Ibrani yaitu Israel harus dihapus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.