Perang Sipil Libya, Pasukan Jenderal Haftar Rebut Kamp Militer

Anggota Tentara Nasional Libya (LNA), diperintahkan oleh Khalifa Haftar, keluar dari Benghazi untuk memperkuat pasukan yang maju ke Tripoli, di Benghazi, Libya 7 April 2019. [REUTERS / Esam Omran Al-Fetori]

TEMPO.CO, Jakarta - Pasukan Tentara Nasional Libya (LNA) pimpinan Jenderal Khalifa Haftar merebut kamp militer Yarmuk di selatan Tripoli.

Hal ini diungkapkan sumber dari jajaran komando LNA kepada sputnik, 8 April 2019, ketika pasukan Haftar bertempur dengan tentara pemerintah dukungan PBB.

"Pasukan Angkatan Darat Libya telah menguasai kamp Yarmouk di selatan ibukota Tripoli," kata sumber.

Baca: Pasukan Pemerintah Libya Siapkan Serangan Balik

Pekan lalu, Haftar mengumumkan serangan terhadap Tripoli dalam upaya untuk mengusir milisi dari ibu kota.

Pada 7 April, pasukan yang setia pada Government of National Accord (GNA), pemerintah yang didukung PBB, mengatakan bahwa mereka meluncurkan operasi serangan balik, yang dijuluki Volcano of Rage.

Sekjen PBB Antonio Guterres menemui pemimpin Pasukan Nasional Libya (LNA), Jenderal Khalifa Haftar. REUTERS

Sejak awal serangan, Tentara Nasional Libya, telah menguasai beberapa kota di dekat Tripoli dan Bandara Internasional Tripoli. GNA kemudian mengatakan bahwa bandara telah diambil kembali oleh pasukannya, tetapi LNA membantah klaim tersebut.

Baca: Amerika Menolak Serangan Terhadap Tripoli Libya

Pasukan Nasional Libya (LNA) timur Khalifa Haftar, seorang mantan perwira di pasukan Gaddafi, mengatakan 19 tentara mereka tewas dalam beberapa hari terakhir ketika mereka menyerbu pemerintahan yang diakui PBB di Tripoli, seperti dilaporkan Reuters.

PBB mengatakan 2.800 orang mengungsi akibat konflik dan banyak lagi yang melarikan diri, meskipun beberapa di antaranya terjebak.

Pandangan udara menunjukkan kendaraan militer di jalan di Libya, 4 April 2019.[TV Reuters/REUTERS]

LNA telah mengumumkan zona larangan terbang di atas bagian barat Libya, yang diperintah oleh Government of National Accord (GNA) yang didukung PBB, dan telah memperingatkan bahwa semua pesawat, selain penerbangan komersial, yang melanggar pembatasan akan ditargetkan oleh LNA, kata juru bicara pasukan, Ahmed Al-Mismari.

"Kami menerapkan #NoFlyZone di atas #Libya barat, jet militer apa pun akan dianggap sebagai target serta lokasi lepas landasnya. Ini termasuk foto udara dan tidak termasuk penerbangan komersial," kicau Twitter juru bicara pada Ahad.

Sebagai akibat dari konflik sipil yang telah berlangsung bertahun-tahun, tidak ada pemerintah tunggal di Libya, karena bagian timur dan barat negara itu dikendalikan oleh kekuatan yang terpisah.

Baca: 8 Fakta Penting tentang Jenderal Khalifa Haftar

Parlemen yang berbasis di Tobruk, yang dipilih pada tahun 2014 dan didukung oleh LNA, memerintah bagian timur Libya, sementara pemerintah Government of National Accord (GNA), yang didirikan pada 2015, mengendalikan bagian barat Libya dari Tripoli.

Pada akhir 2015, pihak-pihak yang terlibat konflik menandatangani Perjanjian Politik Libya di kota Maroko Skhirat, menguraikan pendirian GNA sebagai pemerintah sementara Libya yang sah. Namun, kesepakatan itu tidak sepenuhnya dilaksanakan karena ketidaksetujuan parlemen yang berbasis di timur Libya mengenai beberapa isi perjanjian.






Jenderal AS Sebut Amerika Perang dengan Cina 2025, Apa Sebabnya?

3 hari lalu

Jenderal AS Sebut Amerika Perang dengan Cina 2025, Apa Sebabnya?

Cina dan Amerika Serikat kemungkinan bisa berperang tiga dua tahun lagi, menurut jenderal bintang empat AS. Apa penyebabnya?


Jenderal AS Prediksi Paman Sam Bakal Perang dengan China pada 2025

4 hari lalu

Jenderal AS Prediksi Paman Sam Bakal Perang dengan China pada 2025

Pemilihan presiden di AS dan Taiwan pada 2024 memberi kesempatan bagi China untuk mengambil tindakan militer


7 Film Indonesia Bertema Perang yang Seru untuk Ditonton

14 hari lalu

7 Film Indonesia Bertema Perang yang Seru untuk Ditonton

Berikut rekomendasi film Indonesia bertema perang yang seru ditonton bersama keluarga di rumah


Meski Dilarang PBB, Tenaga Medis asal Korea Utara Mulai Bekerja di RS Libya

18 hari lalu

Meski Dilarang PBB, Tenaga Medis asal Korea Utara Mulai Bekerja di RS Libya

Penempatan mereka di Libya melanggar resolusi PBB yang berlaku pada 2019, yang melarang pekerja Korea Utara bekerja di luar negeri.


Kepala CIA Kunjungan Langka ke Libya

20 hari lalu

Kepala CIA Kunjungan Langka ke Libya

Kepala CIA William Burns melakukan perjalanan langka ke Libya. CIA enggan memberi penjelasan perihal itu.


Dmitry Kuleba Minta Barat Jangan Berhenti Kirim Bantuan Militer Ukraina

23 hari lalu

Dmitry Kuleba Minta Barat Jangan Berhenti Kirim Bantuan Militer Ukraina

Dmitry Kuleba berkomentar dengan berani kalau belum ada negara Barat yang dengan optimal mengucurkan bantuan ke Ukraina.


Maskapai Pesawat Keliling Dunia Pertama Kali, Begini Perjalanan Pan American Airways

27 hari lalu

Maskapai Pesawat Keliling Dunia Pertama Kali, Begini Perjalanan Pan American Airways

Pendaratan pada 6 Januari 1942 itu tercatat dalam sejarah penerbangan pesawat komersial pertama yang mengelilingi dunia


Rudal Ukraina Nyasar ke Belarusia, Minsk Protes

34 hari lalu

Rudal Ukraina Nyasar ke Belarusia, Minsk Protes

Rudal itu jatuh di dekat desa Harbacha di wilayah Brest, sekitar 15 kilometer dari perbatasan dengan Ukraina


Selama 48 Jam, Pele Menghentikan Perang di Nigeria

34 hari lalu

Selama 48 Jam, Pele Menghentikan Perang di Nigeria

Pele, yang wafat pada usia 82 tahun Kamis 29 Desember 2022, pernah menghentikan perang saudara di Nigeria selama 48 jam.


Ramalan Sekutu Putin 2023: Jerman Perang Lawan Prancis, Elon Musk Jadi Presiden

36 hari lalu

Ramalan Sekutu Putin 2023: Jerman Perang Lawan Prancis, Elon Musk Jadi Presiden

Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev yang merupakan sekutu dekat Putin, membagikan prediksi 2023. Di antaranya Elon Musk jadi presiden AS.