Amerika Menolak Serangan Terhadap Tripoli Libya

Reporter

Editor

Budi Riza

Pasukan keamanan berjaga di sekitar gedung kementerian luar negeri Libya setelah penyerang bom bunuh diri di Tripoli, Libya 25 Desember 2018. REUTERS/Hani Amara

TEMPO.CO, Washington – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo meminta semua pihak menahan diri dan melakukan deeskalasi ketegangan di Libya khususnya ibu kota Tripoli.

Baca:

 

Pernyataan Pompeo ini keluar terkait serangan pasukan Jenderal Khalifa Haftar ke Tripoli, yang telah menewaskan sebelas warga dan 23 orang lainnya terluka.

Sebanyak total 35 orang termasuk tentara telah tewas dari kedua pihak pasca pasukan Haftar melancarkan serangan empat hari lalu.

“Serangan militer sepihak terhadap Tripoli membahayakan warga sipil dan melemahkan prospek untuk masa depan lebih baik bagi semua warga Libya,” kata Pompeo seperti dilansir Al Jazzera pada Senin, 8 April 2019.

Pompeo mendesak semua pihak untuk melakukan deeskalasi konflik dengan mengatakan tidak ada solusi militer terhadap kondisi di Libya. Semua pihak agar kembali ke meja perundingan.

“Kami telah menegaskan bahwa kami menolak serangan militer oleh pasukan Khalifa Haftar dan mendesak serangan militer terhadap Tripoli segera diakhiri,” kata Pompeo.

Baca:

 

Secara terpisah, militer Amerika Serikat menarik psukan dari Libya pada Ahad, 7 April 2019 di tengah meningkatnya perang di sana.

“Kondisi keamanan di Libya semakin kompleks dan tidak bisa diprediksi,” kata Jenderal Korps Marinir, Thomas Waldhauser, yang menjadi komandan pasukan AS di Afrika, seperti dilansir CNN pada Ahad, 7 April 2019.

Menurut dia, pasukan AS mengalami penyesuaian dan akan terus mendukung strategi AS di Libya. Selama ini, pasukan AS bertugas menjaga misi diplomasi, kontra-terorisme, dan keamanan regional.

Kolonel Chris Karns, juru bicara komando AS di Afrika, mengatakan perubahan posisi pasukan AS tidak berdampak pada kemampuan pasukan merespon ancaman dan target.

Baca:

 

“Saya tidak akan menunjukkan kemana pasukan ini akan dipindahkan untuk alasan keamanan,” kata Karns.  Saat ini, pasukan AS masih berperang dengan simpatisan pasukan ISIS di sana.

Saat ini, kondisi keamanan di Libya memburuk pasca serangan oleh pasukan Jenderal Khalifa Haftar, yang berupaya menguasai ibu kota Tripoli.

Pada Ahad, pasukan yang disebut Libyan National Army telah meluncurkan serangan udara untuk menyerang pasukan pemerintah Libya yang didukung PBB di Tripoli bagian selatan.

Jenderal Khalifa Haftar dari Kota Benghazi, bekas anak buah pemimpin Libya, Moammar Gaddafi. Middle East Monitor

Misi PBB ke Libya atau UNSMIL meminta adanya gencatan kemanusiaan untuk kemanusiaan dari pukul 4 – 6 sore pada Ahad kemarin di sebelas selatan ibu kota Tripoli. Ini untuk memungkinkan pasukan ambulance mengevakuasi warga sipil yang terluka.

Baca:

 

Selama delapan tahun sejak jatuhnya pemimpin otoriter Libya, Moammar Gaddafi, Haftar merupakan beberapa orang yang mengambil keuntungan dari kekacauan yang terjadi di sana.

Selama ini, Haftar berbasis di Kota Benghazi, yang menguasai Libya bagian timur. Dia sekarang berusaha menguasai Tripoli.






PBB Anggap KUHP Baru Ancam Kebebasan Masyarakat, Ini Penjelasan Anggota DPR Habiburokhman

11 jam lalu

PBB Anggap KUHP Baru Ancam Kebebasan Masyarakat, Ini Penjelasan Anggota DPR Habiburokhman

Habiburokhman memberikan penjelasan terhadap tiga dari tujuh pasal dalam KUHP baru yang dipermasalahkan PBB.


Begini Respons Wakil Ketua DPR Soal Kritik PBB terhadap KUHP Baru

14 jam lalu

Begini Respons Wakil Ketua DPR Soal Kritik PBB terhadap KUHP Baru

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad angkat bicara soal kritik Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia terhadap KUHP baru


PBB Sebut KUHP Berpotensi Langgar Kebebasan Pers, Pemerintah: Kritik Tak Dipidana

19 jam lalu

PBB Sebut KUHP Berpotensi Langgar Kebebasan Pers, Pemerintah: Kritik Tak Dipidana

Pemerintah menanggapi pernyataan PBB yang menyebut KUHP baru Indonesia berpotensi mengkriminalisasi kerja jurnalistik dan melanggar kebebasan pers.


PBB: KUHP Baru RI Tidak Sesuai Nilai Kebebasan dan HAM

1 hari lalu

PBB: KUHP Baru RI Tidak Sesuai Nilai Kebebasan dan HAM

PBB mencatat peraturan tertentu dalam KUHP baru tampak tidak sesuai dengan kebebasan fundamental dan hak asasi manusia.


Asal-usul Hari Penerbangan Sipil Internasional Diperingati Setiap 7 Desember

2 hari lalu

Asal-usul Hari Penerbangan Sipil Internasional Diperingati Setiap 7 Desember

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau ICAO menetapkan Hari Penerbangan Sipil Internasional, pada 7 Desember


Samuel Eto'o Terlibat Pertengkaran di Piala Dunia 2022

3 hari lalu

Samuel Eto'o Terlibat Pertengkaran di Piala Dunia 2022

Mantan striker Kamerun Samuel Eto'o bentrok dengan seorang pria yang memegang kamera video.


Mengenang Nelson Mandela dan Pengaruh Perjuangannya Sampai Sekarang

3 hari lalu

Mengenang Nelson Mandela dan Pengaruh Perjuangannya Sampai Sekarang

Kepergian Nelson Mandela meninggalkan banyak pengaruh dari jejak perjuangannya


Pembantaian Pisang, Ribuan Buruh Dibunuh Karena Disebut Komunis

3 hari lalu

Pembantaian Pisang, Ribuan Buruh Dibunuh Karena Disebut Komunis

Ribuan orang dibantai secara massal di Kolombia pada 5-6 Desember 1928. Peristiwa ini disebut Pembantaian Pisang.


Fitur Emergency SOS via Satellite iPhone 14 Selamatkan Pria di Alaska

6 hari lalu

Fitur Emergency SOS via Satellite iPhone 14 Selamatkan Pria di Alaska

Aktivasi fitur Emergency SOS via Satellite milik Apple ini diharapkan meluas ke Prancis, Jerman, Irlandia dan Inggris pada Desember ini.


Biden dan Macron Berselisih soal Subsidi untuk Perusahaan Amerika

8 hari lalu

Biden dan Macron Berselisih soal Subsidi untuk Perusahaan Amerika

Biden menjadi tuan rumah Macron pada kunjungan kenegaraan pertama sejak pemimpin AS itu menjabat pada awal 2021.