Iran Ancam Militer AS Masuk Daftar Teroris, Mengapa?

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Garda Revolusi Iran menjaga pesawat mata-mata tanpa awak RQ 170 milik Amerika Serikat yang jatuh di Iran (8/12). Iran menyatakan bahwa mereka berhasil menembak pesawat tersebut di Iran Timur. REUTERS/Sepah News.ir

    Anggota Garda Revolusi Iran menjaga pesawat mata-mata tanpa awak RQ 170 milik Amerika Serikat yang jatuh di Iran (8/12). Iran menyatakan bahwa mereka berhasil menembak pesawat tersebut di Iran Timur. REUTERS/Sepah News.ir

    TEMPO.CO, Jakarta - Iran mengancam akan memasukkan militer AS dalam daftar hitam teroris sebagai balasan jika Washington pada esok hari, 8 April 2019 resmi memasukkan pasukan Garda Revolusi Iran dalam daftar teroris internasional.

    "Jika Garda Revolusi ditaruh dalam daftar kelompok teroris AS, kami juga akan memasukkan militer negara itu dalam daftar hitam terir setelah Daesh (ISIS)," kata Heshmatollah Falahatpisheh, kepala komisi keamanan nasional di parlemen melalui akun Twitter, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu, 6 April 2019.

    Baca: AS Masukkan Garda Revolusi Iran dalam Daftar Teroris

    Menurut tiga sumber Reuters di pemerintahan AS mengungkapkan, AS akan memasukkan pasukan Garda Revolusi Iran dalam daftar organisasi teroris internasional. Ini menandai untuk pertama kali Washington secara resmi menyebut pasukan militer satu negara sebagai kelompok teroris.

    Sinyalemen AS akan memasukkan Garda Revolusi Iran dalam daftar kelompok teroris sudah berlangsung bertahun-tahun.

    Baca: Jenderal Iran Klaim Rudalnya Mampu Jangkau Pangkalan Militer AS

    Departemen Keuangn AS pada tahun 2007 telah memasukkan Quds, unit Garda Revolusi Iran yang melakukan operasi militer di luar negeri, dalam daftar sebagai pendukung organisasi teroris dan pemberontak.

    Komandan Pasukan Garda Revolusi Iran, Mohammad Ali Jafari mengeluarkan peringatan pada tahun 2017 akan menganggap pasukan militer AS seperti ISIS di seluruh dunia, jika AS memasukkan pasukan elit Iran ini dalam daftar teroris internasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.