Kokain 500 Kilogram Ditemukan di Peti Pisang di Jerman

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas supermarket menemukan paket kokain seberat sekitar 500 kilogram di Jerman. Local

    Petugas supermarket menemukan paket kokain seberat sekitar 500 kilogram di Jerman. Local

    TEMPO.COBerlin – Sekitar lima ratus kilogram kokain ditemukan di dalam peti pisang di dekat supermarket di Mecklenburg – West Pomerania, Jerman.

    Baca:

     

    Penemuan narkoba kelas A ini terjadi secara tidak sengaja oleh staf supermarket Aldi pada Rabu, 3 April 2019.

    “Kami belum mengetahui jumlah sebenarnya karena harus menghitungnya dulu,” kata Harald Nowack, juru bicara kantor jaksa penuntut umum di Rostock, seperti dilansir media Local pada Jumat, 5 April 2019 waktu setempat.

    Baca:

     

    Perkiraan sementara, nilai kokain ini mencapai sekitar 25 juta euro atau sekitar Rp400 miliar. Setelah penemuan ini, polisi mulai mencari kemungkinan adanya peti pisang berisi kokain lainnya di wilayah Jerman. Namun, belum ada laporan penemuan baru narkoba ini pada Kamis waktu setempat selain yang ditemukan di Mecklenburg-Western Pomerania.

    Investigasi ini melibatkan polisi dari State Criminal Police Office dan Hamburg Custom Investigation Office. Dugaan sementara, peti pisang berisi kokain ini tiba dari Amerika Latin. Nama pelabuhan tempat transit narkoba ini tidak dirilis untuk kepentingan investigasi.

    Baca:

     

    Selain peristiwa penemuan ini, kokain juga ditemukan dalam peti buah-buahan lainnya. Ada penemuan 87 kilogram kokain di supermarket di Rhine-Main. Lalu satu ton kokain ditemukan di Hamburg pada November 2018.

    Juga ada penemuan 120 kilogram kokain di Leverkusen pada Desember 2017. Pada Februari, kantor jaksa penuntut umum di Lanshut mendakwa delapan lelaki yang menyelundupkan dua ton kokain dari Ekuador ke Jerman selama delapan bulan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.