Merkel Sambut Obama di Jerman, Bicara Apa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kanselir Jerman, Angela Merkel, menerima mantan Presiden AS, Barack Obama, di kantornya pada Jumat, 5 April 2019. DPA

    Kanselir Jerman, Angela Merkel, menerima mantan Presiden AS, Barack Obama, di kantornya pada Jumat, 5 April 2019. DPA

    TEMPO.COBerlin – Kanselir Jerman, Angela Merkel, menerima kunjungan mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, yang sedang melakukan tur di Jerman, di kantornya pada Jumat, 5 April 2019.

    Baca:

     

    Pertemuan keduanya berlangsung tertutup dari media. Namun, media lokal menduga keduanya membicarakan hubungan AS dan Jerman dari sekian banyak topik bahasa.

    “Hubungan antara AS dan Jerman memburuk sejak Donald Trump, yang menggantikan Obama, menjadi Presiden,” begitu dilansir media Local pada Jumat, 5 April 2019.

    Sebaliknya, hubungan antara Jerman dan AS menghangat saat Obama menjabat dua periode. Dia mengunjungi Merkel di kantornya pada 2013 dan 2017.

    Baca:

     

    Merkel dikabarkan bakal mengunjungi AS pada akhir Mei untuk memberikan pidato kelulusan di Universitas Harvard. Namun, Merkel dikabarkan belum berencana menemui Trump di Washington saat itu.

    Obama tiba di Jerman sejak Kamis lalu dan berbicara di hadapan pengunjung di Lanxes Arena, Cologne, pada siang harinya.

    Saat itu, dia mengatakan optimistis AS bakal menjadi pemimpin dalam perlindungan iklim global lagi.

    Baca:

     

    Obama mengakui banyak orang merasa frustrasi dengan sikap pemerintah AS saat ini. Namun, menurut dia, negara bagian California secara aktif menerapkan Kesepakatan Iklim Paris.

    Trump, seperti dilansir Reuters, menyatakan AS keluar dari kesepakatan itu karena bisa mengganggu pertumbuhan ekonomi negara. Sikap Trump ini mendapat kritik dari bekas John Kerry, yang pernah menjadi menteri Luar Negeri di kabinet Obama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.